Nggak Perlu ScreenShot, Ini Cara Mudah Simpan Foto atau Video dari Status WhatsApp


SURATKABAR.ID – Mirip seperti yang ada pada Snapchat stories, aplikasi WhatsApp juga dilengkapi dengan fitur berbagi foto maupun video melalui status. Dalam waktu 24 jam setelah diunggah, foto maupun video tersebut akan secara otomatis terhapus.

Nah, apa yang Anda lakukan ketika mendapati ada teman yang membagikan foto menarik? Mungkin Anda akan mengambil tangkapan layar atau screenshot untuk menyimpannya di ruang penyimpanan. Cara lain, Anda akan menghubungi teman tersebut dan meminta file yang Anda sukai tadi.

Eits, padahal ada cara yang bisa dilakukan untuk menyimpan foto yang menarik tanpa perlu screenshot, seperti yang dilansir Detik.com dari Gadgets Now. Dan Anda bahkan tak membutuhkan aplikasi khusus untuk melakukannya. Menariknya lagi, cara ini kebanyakan berhasil untuk semua brand ponsel.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan tentunya membuka aplikasi WhatsApp. Kemudian Anda bisa melihat status yang ingin Anda simpan. Cara tersebut akan secara otomatis menyalin foto maupun video secara sementara di dalam penyimpanan lokal.

Baca Juga: Waspada! WhatsApp Bakal Pidanakan Penggunanya yang Lakukan Ini

Kemudian buka File Manager pada ponsel pintar Anda. Pilih ‘Setting’ atau tekan ‘Pengaturan’, dan aktifkan menu ‘show hidden files’.

Setelah itu, Anda bisa membuka aplikasi WhatsApp, klik Media, pilih Statuses, dan lihat di dalamnya ada file yang ingin Anda simpan. Pilih foto atau video yang ingin Anda simpan dan salin ke dalam folder lain di smartphone Anda. Bagaimana, mudah bukan caranya?

Waspada! Sembarangan Instal Ini-Itu Bikin Akun WhatsApp Anda Berisiko

Aplikas WhatsApp, disebutkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai platform terbuka yang memiliki kerentanan tersendiri. Oleh karena itu, disarankan kepada semua pengguna aplikasi ini untuk tidak menginstal aplikasi sembarangan.

Adapun hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN Bondan Widiawan ketika membahas potensi pembajakan maupun cloning terhadap akun WhatsApp, dalam wawancara bersama CNBC Indonesia.

“Dari mekanisme yang kami lakukan belum memenuhi persyaratan akun tersebut dibajak, kalau kita bicara file system itu kan header, content dan footer, yang kita sebut file signature, kita bisa telusuri kapan, di mana, dari siapa, apakah dia copy paste, apakah melakukan modifikasi atau bagaimana,” ujarnya.

Serangan terhadap aplikasi WhatsApp juga disebutkan dapat terjadi pada siapa pun juga sehingga dibutuhkan pengetahuan, kesadaran, sekaligus kewaspadaan para pengguna ketika mereka menggunakan layanan seperti ini dan juga media sosial.

“Kita menggunakan device ini penuh risiko. Ini bisa kita temukan di aplikasi terbuka, aplikasi ini berisiko kalau dilakukan pengunduhan kalau orang yang sedikit smart mungkin dia pakai linux atau virtual mesin, dia bisa menggali lebih dalam lagi,” jelas Bondan lebih lanjut.

Adapun terkait langkah pencegahan, Bondan menyarankan pengguna mengaktifkan verivication code. Selain itu, pengguna juga diharapkan lebih jeli pada akun miliknya. “Untuk pencegahan bisa itu dulu, keduanya adalah langkah mudah dan bisa dilakukan,” tutur Bondan.

 Tak hanya itu, Bondan juga mengimbau kepada seluruh pengguna untuk selalu menginstal versi resmi WhatsApp. Sangat tidak dianjurkan mengunduh aplikasi WhatsApp tidak resmi yang dibuat oleh pihak ketiga, yang tak mendapatkan dukungan resmi.

“Namun di sana kita lihat saat ini banyak aplikasi resmi yang bukan dari WhatsApp. Misalnya WhatsApp emoji. Itu semua diproduksi oleh pihak ketiga. Ini yang kemudian menimbulkan banyak kerawanan,” pungkas Bondan tegas.