Uji Vaksin Baru, Peneliti Cari Relawan yang Mau Disuntik Malaria. Bayarannya Fantastis!


SURATKABAR.ID – WHO menyebut gigitan nyamuk menjadi penyebab lebih dari 435 ribu kasus kematian pada tahun 2017. Malaria tercatat sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia. Setiap 2 menitnya, menurut data WHO, seorang anak meninggal karena malaria.

Untuk itu, para peneliti dari seluruh dunia berupaya mengembangkan sejumlah riset guna menekan angka infeksi dan kematian yang disebabkan oleh penyakit satu ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh The Jenner Institute, Inggris.

Seperti dilansir dari laman Detik.com, Sabtu (27/7/2019), peneliti menawarkan sejumlah uang sekitar 7 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp 120 juta bagi sukarelawan yang bersedia ikut ambil bagian dalam penelitian tersebut.

Peneliti membutuhkan sejumlah relawan dengan rentang usia 18 hingga 50 tahun yang bersedia mendapatkan suntikan plasmodium malaria.

Baca Juga: Wabah Misterius dan Mematikan Serang 60 Warga Sulsel, Gejala Aneh Hingga Ruqyah Massal

“Pada akhirnya, untuk menguji apakah vaksin baru berpotensial, kita harus bisa menantang sukarelawan yang ingin divaksinasi dengan infeksi malaria P.vivax,” jelas peneliti, seperti dikutip Detik.com dari The Sun.

Tidak boleh sembarang orang, ternyata ada persyaratan yang harus dipenuhi relawan yang ingin mengikuti ‘sayembara’ ini. Syarat pertama, mereka harus bersih dari malaria. Dan yang kedua, mereka tidak bepergian selama 6 bulan ke negara-negara yang punya endemik malaria.

Nanti, selama 2 tahun, para partisipan akan mendapatkan vaksin serta injeksi virus malaria sebanyak 3 kali.

“Kita dapat melakukan ini dengan sengaja menginfeksi sukarelawan yang telah divaksinasi, kemudian mengamati untuk melihat apakah mereka dilindungi dari infeksi malaria, atau jika mereka mengembangkan infeksi lebih lambat daripada relawan yang belum divaksinasi,” pungkas peneliti tersebut.

Melihat bayaran yang terbilang fantastis, apakah Anda tertarik untuk menjadi bagian dari penelitian ini?