Soal Perkalian SD Jadi Perdebatan, Jawaban Benar Semua Kok Cuma Dapat Nilai 20


SURATKABAR.ID – Sudah menjadi kewajiban setiap siswa untuk merampungkan pekerjaan yang diberikan gurunya dengan baik dan benar. Nilai yang diberikan oleh sang pengajar pun seharusnya sesuai dengan kerja keras si siswa tersebut.

Baru-baru ini, seperti dilansir Tribunnews.com dari akun media sosial Instagram @igtainmentt, seorang kakak memprotes nilai yang didapatkan adiknya sama sekali tidak sebanding dengan kerja keras yang telah dilakukan sang adik.

Dalam unggahan @igtainmentt terlihat hasil pekerjaan seorang siswa yang dengan sengaja disalahkan oleh sang guru. Padahal jika dilihat-lihat, jawaban siswa tersebut tidak ada yang salah.

Melihat nilai adiknya yang hanya mendapatkan 20 saja, sang kakak pun memprotes melalui tulisan yang ia letakkan tepat di bagian bawah pekerjaan rumah adiknya tersebut. Ia mempersoalkan sikap sang guru yang dengan begitu mudah menyalahkan penempatan angka-angka perkalian.

Baca Juga: Miris! Siswa Berprestasi Tak Diluluskan Karena Berani Protes Kebijakan Kepsek

Bu Guru yang terhormat, Mohon maaf sebelumnya, saya kakak dari Habibi yang mengajarinya mengerjakan PR diatas. Bu, bukankah jawaban dari Habibi benar semua? Apakah hanya kerena letaknya yang terbalik sehingga jawaban Habibi anda salahkan?

Menurut saya masalah peletakan bukan menjadi maslah bu, misal 4×6=6×4. Hasilnya sama-sama 24. Terima kasih Bu, mohon perhatiannya,semoga dapat dijadikan pertimbangan,” demikian bunyi protes dari kakak siswa tersebut.

Unggahan tersebut langsung ramai dibicarakan netizen. Berbagai macam reaksi diberikan pengguna media sosial. Meski ada yang mendukung kakak dari siswa tersebut, namun ternyata kebanyakan netizen mendukung sikap sang guru yang menyalahkan pekerjaan siswanya.

Secara hasil memang sama, tapi secara logikanya beda. 2 kali mengucapkan 3 berbeda dengan 3 kali mengucapkan 2..,” tulis akun @ecimalahayati.

Makanya gw skarang klo mau ngajarin anak gw pasti baca2 buku paketnya dulu (tematik skarang namanya ya)..soalnya sistemnya beda sama jaman skolah dulu jd ada yg ga bisa ngikutin metode jaman dulu..awal2 aja gw bingung apa itu pelajaran tematik,setelah gw baca2 ternyata itu gabungan dari beberapa pelajaran pokok dijadiin satu..saran buat ortu2 skarang,ga ada salahnya kita baca2 n memahami lagi pelajaran2 anak kita karena metode2 pelajarannya banyak yg brubah..,” komentar @nalla.kekey.

Bener jawaban kakanya Habibi,rata2 di poster perkalian pun cara penulisan nya seperti itu angka x jumlah angkanya,” sahut @andriani3k tak mau kalah.

Ini seperti minum obat 3 x 1 maksudnya 3 x 1 tablet, tapi kalo 1 x 3 jadinya 1x minumnya sebanyak 3 tablet. Begtiulah maksudnya,” jelas @p1r1ngs4j1.

Ini guru nya mls untuk menulis gambar atau contoh dengan Gambang bilangannya jadi di bikin langsung dengan angka nya saja..aku jg guru berarti guru nya ga pakai SKH setiap mengajar yaa Bu..,” celetuk @sonia_niken_amanda.

Gw nunggu Najwa Shihab, Maudy Ayunda atau Tasya Kamila komen dl dah,” tulis @yasintha_.