Fakta Mengejutkan di Balik Viralnya Nasabah Wanita yang Rela ‘Digilir’ Demi Lunasi Utang Pinjaman Online Rp 1 Juta


SURATKABAR.ID – Korban peminjam dari fintech lending ilegal terus bertambah. Dan kali ini menimpa Yuliana. Wanita malang ini menjadi korban dari perusahaan fintech pinjaman online, Incash, setelah menunggak pelunasan utangnya. Karena terlambat melunasinya, ia harus melakukan hal tak pantas.

Fintech menyebarkan sebuah iklan mengejutkan yang berisi informasi bahwa seorang nasabah yang menunggak pembayaran utang harus rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi bisa melunasi utangnya di aplikasi financial technology Incash.

Namun malang, meski kasusnya sudah ramai diangkat beberapa media, namun korban yang diketahui bernama lengkap Yuliana Indriati mengaku hingga saat ini belum ada satu lembaga pun yang memberikan bantuan kepada dirinya.

Yuliana, seperti ditukil Tribunnews.com, Kamis (25/7/2019), dari Kontan.co.id, mengaku sudah meminta bantuan hukum dari Lembaga bantuan Hukum (LBH) Solo Raya hingga polrestabes setempat. Namun tak satu pun yang bergerak membantunya.

Baca Juga: Meski Sempat Rasakan Kemewahan dan Ketenaran, 5 Artis Ini Ternyata Pernah Terlilit Hutang Miliaran

Kisah tersebut terjadi belum lama ini. Yuliana meminjam uang sebesar Rp 1 juta untuk digunakan sebagai keperluan sehari-hari kepada sebuah perusahaan fintech pinjaman online, Incash. Baru juga terlambat membayar satu hari, namun ia sudah sudah menerima teror.

“Pinjamnya belum ada dua minggu ini. Saya meminjam Rp 1 juta, tapi terima hanya Rp 680.000. Saya pinjam untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Yuliana kepada Kontan.co.id, Rabu (24/7) lalu.

Ia menambahkan bahwa ketika itu ia meminjam dengan jangka waktu pinjaman atau tenor selama sepekan atau 7 hari. “Baru telat sehari sudah diteror. Mereka bikin group WhatsApp yang ada gambar saya dengan tulisan pelecehan,” jelasnya lebih lanjut.

Memang sejak beberapa waktu terakhir, sebuah iklan menjadi viral dan ramai dibicarakan. Tertulis dalam iklan tersebut, Yuliana rela digilir seharga Rp 1,054 juta untuk melunasi utangnya di aplikasi financial technology, Incash.

Masih dari ilkan tersebut, Yuliana memberi jaminan kepuasan bagi siapa saja yang menggunakan jasanya. Ketika dimintai konfirmasi, Yuliana menegaskan hal tersebut merupakan pencemaran nama baik yang mencoreng namanya.

“Itu pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. Makanya saya laporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Polrestabes,” sebut Yuliana.

LBH telah memberikan surat kuasa bantuan hukum kepada Yuliana, di mana dalam surat tersebut, Yuliana mengaku mendapat ancaman teror kekerasan, penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media teknologi informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Adapun kuasa tersebut diserahkan kepada I Gede Sukadenawa Putra SH dan Yuliawan Fathoni . Keduanya merupakan pengacara dan konsultan hukum yang tergabung dalam institusi LBH Solo Raya. Mereka akan bertindak sebagai penggugat dalam perkara yang menimpa Yuliana.

Diketahui, ternyata Incash sendiri belum terdaftar sebagai fintech peer to peer lending di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan ini berarti, Incash merupakan fintech ilegal yang meresahkan masyarakat.