Heboh Curhatan Pendaki Atasi Hipotermia dengan Cara Berse tubuh, Dokter Ikut Buka Suara. Ternyata…


SURATKABAR.ID – Belum lama ini curhatan seorang pendaki sukses membuat gempar para pengguna media sosial. Betapa tidak, ia secara gamblang mengungkapkan bahwa ada cara yang terbukti efektif untuk mengatasi kondisi hipotermia adalah dengan berhubungan badan.

Cerita tersebut, melansir laman Detik.com, Selasa (23/7/2019), berawal mula dari tangkapan layar tentang komentar salah seorang penguna media sosial. Ia menyebut bahwa dirinya pernah dihadapkan dengan kasus hipotermua parah yang dialami oleh pendaki wanita di Gunung Rinjani.

Pada saat itu, ia menjelaskan bahwa untuk menyelamatkan nyawa si pendaki wanita sudah dilakukan segala macam cara. Namun tak satupun yang membuahkan hasil. Hingga akhirnya diputuskan untuk melakukan cara itu, yakni menyetubuhi si korban agar suhu tubuhnya bisa meningkat.

Yg lucunya kami ada 20 org nungguin diluar tenda smbil nunggu si cowok melakukan itu sambil minum kopi :v. Alhamdulillah stelah itu cewek itu trslamatkan,” demikian sebagian kutipan komentar dari si pendaki tersebut.

Baca Juga: Biadab! Pemuda Ini Tega ‘Nikmati’ Pacar Teman yang Tak Berdaya Lantaran Kelelahan Usai Mendaki Hingga Tewas

Entah apakah tulisan tersebut benar-benar terjadi ataukah hanya sebatas gurauan belaka, tak diketahui secara pasti. Namun demikian, hasil screenshot tersebut menjadi topik perbincangan paling panas di antara netizen.

Tak sedikit netizen menyebut bahwa b********h adalah cara yang sangat keliru untuk mengatasi kondisi seseorang yang mengalami hipotermia. Memang ada metode skin to skin yang dianjurkan untuk dilakukan dalam kondisi sangat darurat.

“Skin to skin bukan menyetubuhi, masih banyak cara penanganan yang lebih adab, duh kalo gagal paham tihati malah jd modus cabul..,” komentar salah satu pengguna media sosial Instagram, dikutip dari Detik.com.

Dan menanggapi hal tersebut, dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) ikut buka suara. Ia menjelaskan sebenarnya ada dua cara untuk mengatasi hipotermia.

Yang pertama adalah penghangatan aktif atau active warming. Caranya adalah dengan mengaplikasikan sumber panas eksternal ke dalam tubuh korban. Sementara trik kedua adalah dengan penghangatan pasif atau passive warming, yakni mempromosikan panas dari dalam tubuh melalui lingkungan.

Ada pun penghangatan aktif, contohnya dilakukan dokter ketika menangani kasus hipotermua berat. Langkah operasi untuk emmasukkan cairan penghangat ke rongga tubuh dibutuhkan. Sementara untuk passive warming bisa dilakukan dengan selimut, pakaian tebal hingga minuman hangat pada korban.

“Kalau hipotermianya ringan sampai sedang itu dengan cara passive warming. Disuruh minum hangat, pakaian lembab atau basah diganti yang kering. Kemudian diselimutin,” jelas dr Wisnu, Selasa (23/7). “Kalau menurut saya sih berlebihan skin to skin,” tegasnya.