Peluang 2 Kader Gerindra Masuk Kabinet Jokowi. Fadli Zon?


SURATKABAR.IDSemenjak pertemuan antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pekan lalu, muncul wacana bahwa kedua kubu akan saling berkoalisi. Beredar wacana Gerindra bakal mendapatkan jatah kursi di kabinet Presiden Jokowi periode kedua.

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan bahwa Prabowo punya peluang untuk menyodorkan dua kader Gerindra ke Jokowi untuk dianggat menjadi Menteri.

Nama dimaksud berpeluang diusulkan dengan melihat track record dan perjuangan mereka selama ini membesarkan Partai Gerindra. Selain itu, keduanya juga cenderung lebih mudah diterima petinggi partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Saya kira ada dua nama yang cukup berpeluang. Masing-masing Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad,” ujar Ujang, Selasa (23/7/2019), dikutip dari jpnn.com.

Meski demikian, peluang disodorkan dua nama tersebut jika rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo benar-benar sudah terwujud. “Jadi, tergantung jadi atau tidaknya rekonsiliasi. Jika deal, Gerindra akan bergabung. Jika no deal, berarti rekonsiliasi gagal. Artinya Gerindra tak jadi merapat ke Jokowi,” kata dosen Universitas Al Azhar Indonesia tersebut.

Sedangkan untuk peluang Fadli Zon bisa duduk di kabibet Jokowi-Ma’ruf Amin, Ujang memprediksi hal itu sulit terwujud. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini memprediksi Fadli kemungkinan masih akan diplot menempati kursi Wakil Ketua DPR. “Fadli Zon mungkin masih diplot sebagai Wakil Ketua DPR. Karena Gerindra masih dapat Wakil Ketua DPR sesuai dengan UU MD3,” pungkas Ujang.

Sementara itu, Ketua DPP Gerindra, Andy Rahmad Wijaya mengungkapkan jika pihaknya menyiapkan konsep strategis pembangunan bangsa sebagai acuan untuk berkoalisi. Bila konsep tersebut diterima Presiden Jokowi, tidak tertutup kemungkinan Gerindra akan bergabung ke pemerintah dan mengajukan nama calon menteri.

“Kalau Jokowi minta nama untuk menteri dan platform pemerintahan, kami juga diterima. Dalam artian Jokowi mengikuti platform yang dibuat Gerindra, kenapa tidak?” katanya, Selasa (23/7/2019), dikutip dari okezone.com.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTanpa PDIP, Empat Parpol Pendukung Jokowi Adakan Pertemuan
Berita berikutnyaHeboh Curhatan Pendaki Atasi Hipotermia dengan Cara Berse tubuh, Dokter Ikut Buka Suara. Ternyata…