Antasari Azhar: Tidak Mungkin Saya Melemahkan KPK


SURATKABAR.ID Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengatakan lembaga yang pernah dipimpinnya itu memang perlu diperbaiki.

Ia menuturkan salah satu upaya memperbaiki adalah dengan melakukan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Dia menegaskan bahwa revisi itu bukan untuk memperlemah, tetapi justru menguatkan lembaga pemberangus korupsi tersebut.

“Saya mantan ketua KPK, suatu hal tidak mungkin saya melemahkan KPK. Saya ingin KPK ada terus di republik ini,” kata Antasari dalam diskusi Mencari Pemberantas Korupsi yang Mumpuni di gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/7/2019), dikutip dari jpnn.com.

Antasari mengatakan bahwa UU KPK yang lama sudah melanggar legal drafting, karena dalam aturan itu sudah mengatur nomenklatur. Seharusnya, kata Antasari, pengaturan nomenklatur jangan di UU KPK, cukup dilakukan dalam peraturan pemerintah.

“Undang-undang itu hanya normatif, tetapi kalau nomenklatur harusnya ada di PP,” ujarnya.

Selain UU KPK, Antasari mengatakan bahwa UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juga harus direvisi. Salah satu yang perlu diperbaiki adalah persoalan uang pengganti tindak pidana korupsi. Dia menegaskan, uang pengganti harus dikembalikan ril oleh pelaku korupsi. Dia menilai untuk aturan uang pengganti itu, masih lebih bagus yang diatur oleh UU Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Uang pengganti di UU 3/1971 itu lebih progresif. Kalau ditahan, selesai pidananya, harus mengganti uang pengganti misalnya Rp 20 miliar. Kalau tidak bayar, bikin pernyataan tidak mampu membayar dan sita asetnya kemudian dilelang,” katanya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaJK Mengaku Akan Geluti Bisnis Ini Setelah Tak Jadi Wapres
Berita berikutnyaMenakar Peluang Sejumlah Anak Ketum Parpol Masuk Kabinet Jokowi Jilid II