Tinggal di Toilet, Ternyata Ini Alasan Nining Tetap Bertahan Jadi Guru Honorer


SURATKABAR.ID – Kerap disebut-sebut sebagai ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’, namun tak sedikit guru yang terpaksa harus menerima nasib pahit. Pekerjaannya mungkin terlihat mulia, sayangnya mereka acapkali dibayar dengan upah yang tak pantas.

Dari sekian banyak kisah menyedihkan guru-guru di Indonesia, salah satunya datang dari Nining Suryani (44). Guru SD Negeri Karyabuana 3 Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, ini bahkan sampai harus menempati toilet sebagai rumahnya.

Melansir dari laman Tribunnews.com, Selasa (16/7/2019), hanya mendapat gaji sebagai guru honorer sebesar Rp 350.000, Nining mengaku tidak sanggup menyewa tempat tinggal yang layak. Mirisnya lagi, Nining sebenarnya sudah mengabdi di sekolah tersebut 15 tahun lamanya.

Ada alasan tersendiri yang membuat ibu dari dua anak ini ngotot bertahan sebagai guru honorer meski hanya digaji sangat rendah. Harapan suatu ketika akan diangkat menjadi PNS serta mendapat penghasilan seperti pengabdiannya selama ini, menjadi kunci kekuatan Nining.

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik Guru SD Ditembak Suaminya Tepat di Kepala

“Kalau nggak diangkat juga enggak apa-apa, setidaknya ada kebijakan dari pemerintah berapa kenaikan per bulan. Mau kecil mau besar saya ikhlas terima,” tutur Nining ditemui di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Senin kemarin.

Namun tahun demi tahun berlalu dan status Nining tetap sama seperti ketika ia baru bekerja di sekolah tersebut. Tak satu dua upaya ia lakukan untuk membuat statusnya naik. Ia bahkan sampai menempuh pendidikan di bangku kuliah demi mengantongi gelar sarjana.

Sempat putus asa dan hampir menyerah, terlebih mengingat usianya yang sudah melebihi batas persyaratan untuk menjadi PNS, namun ia kembali menguatkan tekad dan mengalahkan niatan berhenti mengajar. Semua itu demi memenuhi kebutuhan biaya sekolah salah satu anaknya.

“Anak saya yang kedua sekarang masih sekolah di pesantren. Tiap bulan butuh biaya,” jelas Nining yang sempat memperlihatkan bagian toilet sekolah SDN Karyabuana 3 Cibaliung yang ia sulap menjadi tempat tinggalnya.

Sebenarnya sebelum tinggal di dalam toilet sekolah, Nining menempati sebuah rumah petak tak jauh dari sekolah tempatnya mengajar. Tetapi karena sudah lapuk, rumah tersebut rubuh dua tahun lalu. Tanpa punya pilihan ia pun mengisi ruangan toilet sekolah yang dimodifikasi.

Bersama sang suami, Ebi Suhaebi (46), Nining menjadikan tempat yang sebenarnya tidak layak ditinggali itu sebagai rumah. Karena kondisi keuangan yang sangat minim, Nining mengaki tak kuasa menyewa rumah. Apalagi suaminya hanya bekerja serabutan yang penghasilannya tak bisa dipastikan.

Pihak sekolah sebenarnya sempat melarang, namun pada akhirnya memberikan izin karena memang tidak ada tempat tinggal untuk Nining beserta keluarganya. “Kepala sekolah bantu beliin kayu, saya dan suami yang bangun. Alhamdulillah bisa nyaman tinggal di sini,” terangnya.