Istri Rela Lakukan Perawatan Agar Aduhai, Suami Malah Selingkuh dengan Wanita Tua


SURATKABAR.ID – Ada berbagai macam hal yang bikin suami semakin bertekuk lutut di hadapan istri mereka. Salah satunya adalah organ intim yang kesat dan terjaga. Tak hanya bikin suami klepek-klepek, para istri juga semakin percaya diri apabila ‘alat perang’ andalannya kencang dan rapat bak perawan.

Oleh karena itu, banyak wanita yang melakukan perawatan ekstra agar Miss V mereka terjaga keharumannya dan lebih sempit. Dari sekian banyak cara, minum ramuan tradisional menjadi favorit sejumlah wanita. Termasuk Karin, nama samaran.

Seperti yang ditukil dari laman JPNN.com pada Minggu (14/7/2019), tak hanya rajin minum jamu, Karin mengaku rutin mengikuti kelas senam zumba untuk merawat tubuh. Tak heran, baik wajah, tubuh dan organ kewanitaannya tidak berbeda dengan gadis perawan usia belia.

Namun sayang. Suami Karin, sebut saja Donwori, justru tidak melihat bidadari yang sudah ada di pelukannya. Sudah punya istri berparas mempesona dengan tubuh bak gitar Spanyol, ditambah organ vital yang kesat, Donwori masih saja bermain api dengan berselingkuh di belakang Karin.

“Aku ini kurang apa ta, kok tetep saja cari yang lain?” keluh Karin mengutarakan duka nestapanya di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas IA, Surabaya, pada awal Juli yang lalu.

Baca Juga: Tak Tahan Lagi, Ini yang Dilakukan Istri yang Jengkel Suaminya Sering Intip Tetangga Mandi

Yang mengejutkan adalah, wanita simpanan Donwori ternyata kalah cantik dibanding Karin. Bahkan usianya terpaut lebih tua ketimbang si pria. Disebut-sebut, usia Donwori dan Sephia, selingkuhannya, selisih belasan tahun.

Tidak terima diselingkuhi oleh sang suami, Karin pun melabrak wanita simpanan Donwori. Tetapi ia hanya berani menyerangnya melalui sambungan telepon saja. Alih-alih meminta maaf, Sephia malah balik mendamprat istri sah Donwori.

“Ini jelas-jelas yang salah dia, eh malah ngegas. Gak terima disalahkan,” ungkap Karin. Ia mengaku ada satu ucapan dari Sephia yang bikin dirinya terpukul. “Salahe nduwe barang kerapeten. (Salah sendiri punya organ terlalu rapat). Mbok pikir istimewa,” tuturnya meniru apa yang diucapkan Sephia.

Mendengar hal tersebut Karin hanya bisa terpaku. Ia tak menyangka lantaran upayanya membuat suami senang dan puas malah berbuah pahit. Ia pun mengajukan gugatan cerai pada suaminya. Dan sampai dua kali proses sidang, Karin hanya bisa menunjukkan kekesalannya.

Sempel. Haruse semakin rapet lak seneng, iki malah kuwalik, (Gila. Seharusnya kian rapat tambah senang, ini malah terbalik),” gerutu Karin tak habis pikir.