Calon Anggota DPD Ini Digugat Karena Gunakan Foto Hasil Editan, Ternyata Begini Wajah Aslinya


SURATKABAR.ID  Calon Anggota DPD RI Dapil NTB, Evi Apita Maya mendapatkan meraih 283.932 suara pada Pemilu lalu. Evi mendapatkan suara terbanyak dan dinyatakan lolos ke Senayan.

Namun kemendangannya tersebut belum 100 persen final. Pasalnya, calon lainnya Farouk Muhammad mengajukan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Farouk mempersoalkan foto yang ada di kertas suara adalah hasil editan. Menurutnya, Evi mendapatkan suara lantaran dianggap sebagai figure perempuan yang secara fisik terlihat cantik dan mulus.

Seperti diwartakan viva.co.id, Farouk menduga kemenangan Evi bisa terjadi akibat memanipulasi foto surat suara sehingga foto itu dianggap berbeda dengan wajah asli Evi. Bahkan dalam posita (alasan) permohonan di MK, tim Farouk menuding Evi membuat editan foto di luar batas kewajaran.

Meskipun memberikan apresiasi terhadap langkah Farouk menggugat kliennya ke MK, pengacara Evi Apita Maya, Wahyuddin Lukman menyayangkan alasan yang dipakai dalam gugatan tersebut.

“Sangat disayangkan dalam posita permohonan yang mempersoalkan foto klien kami yang diduga hasil editan di luar batas kewajaran. Dalil yang demikian hanya dalil sensasional semata yang rapuh esensi,” ujarnya dihubungi, Minggu (14/7/2019).

Wahyuddin memaparkan bahwa penilaian soal foto cantik adalah bersifat subjektif karena hal itu hanya menyangkut batas pandang dan rasa individu terhadap foto tersebut. Menurutnya, belum tentu orang lain melihat foto tersebut dan menganggapnya juga cantik juga cantik seperti yang disampaikan Farouk Muhammad.

“Lahirnya tesis yang bersifat relatif bukan absolut. Artinya cantik, tidak cantik, indah, tidak indah merupakan bukan kebenaran yang universal, ia akan beriring sejalan dengan perdebatan tiap-tiap individu, tergantung jarak pandang dan selera,” paparnya.

“Misalnya bagi Anda Evi itu cantik tapi bagi saya Evi tidak cantik, istri saya lebih cantik dari Evi. Perdebatan semacam ini sah-sah saja tidak bisa dong Anda memaksakan saya untuk ikut menyatakan bahwa Evi itu cantik dan sebaliknya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan jika persoalan foto tersebut baru digugat selepas pemilu. padahal saat publikasi KPU NTB terkait syarat administrasi, semua calon menerima.

“Lagi pula mengapa keberatan tersebut tidak pemohon pergunakan pada waktu pelaksanaan publikasi oleh KPU NTB terkait dengan kelengkapan syarat administrasi para bakal calon DPD,” katanya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWaspada! Tiup Lilin Kue Ulang Tahun Ternyata Punya Resiko Mengerikan
Berita berikutnyaSandiaga Uno: Jangan Marah pada Prabowo