Makin Berat, Nih! Terungkap 2 Fakta Mencengangkan dalam Kasus Ikan Asin Galih Ginajar


SURATKABAR.IDPihak kepolisian telah menetapkan Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua sebagai tersangka pada Kamis (11/7/2019) atas kasus pencemaran nama baik. Mereka tersangkut kasus bau ‘ikan asin’ dengan pelapor adalah mantan istri Galih, Fairuz A. Rafiq.

Seperti diwartakan jpnn.com, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menyatakan bahwa penetapan tersebut didasarkan pada pertimbangan khusus dari para penyidik. Jadi, tidak sembarangan. ’’Setelah gelar perkara pukul 10.00 (11/7/2019), kami menetapkan ketiganya sebagai tersangka,’’ tuturnya.

Argo mengungkapkan bahwa ada beberapa fakta baru yang terbongkar saat mengusut perkara bau ‘ikan asin’ ini.

Pertama, saat penggeledahan di rumah Pablo dan Rey di Bogor pada Kamis dini hari, polisi menemukan puluhan STNK kendaraan bermotor.

Setelah melakukan pengecekan di catatan kepolisian, ternyata pada 2017 dan 2018, Pablo menjadi terlapor dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan kendaraan bermotor.

Pada tahun 2017, Pablo terlapor atas laporan yang tergistrasi di Mabes Polri. Sedangkan pada tahun 2018, laporan dicatat di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Ikan ‘Monster’ Yang Kerap Teror Warga Kalimantan Ini Akhirnya Tertangkap, Oleh Warga Akhirnya Dibeginikan

Fakta lain yang terungkap adalah lenyapnya kamera yang dipakai membuat video bersama Galih. Penyidik tidak berhasil menemukan alat perekam tersebut. Para tersangka mengaku jika kamera tersebut hilang dicuri oleh managernya.

Atas kehilangan barang-barang tersebut, Rey dan Pablo yang merupakan pasangan suami istri itu telah membuat laporan di Polres Bogor.

’Tapi, ketika ditanya penyidik, di mana rumah manajer yang diduga mencuri peralatan pembuatan video, mereka tak bisa menunjukkan,’’ papar Argo.

Argo menuturkan jika pihaknya meragukan keterangan yang diberikan Rey dan Pablo terkait alat perekam yang lenyap tersebut. Apabila terbukti melenyapkan peralatan itu, keduanya akan dikenai pasal tentang menghilangkan barang bukti.

Hal lain yang akan ditelusuri adalah konten video YouTube Rey-Pablo. Argo menyatakan, penyidik menemukan beberapa video dengan konten pocnografi dan asusila.

’’Untuk yang STNK dan barbuk (barang bukti, Red) hilang, belum ditetapkan pasalnya karena masih didalami. Kalau terbukti, nanti ditambahkan,’’ terang Argo.

Sementara untuk kasus bau ‘ikan asin’, pasal yang telah ditetapkan adalah pasal 27 ayat 1 dan ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU ITE dan pasal 310, pasal 311 KUHP. Galih, Rey, dan Pablo terancam meringkuk di hotel prodeo hingga enam tahun.