Sebut Menag Lukman Terima Rp 50 Juta, Haris: Tradisi ‘Rujakan’


SURATKABAR.ID Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Haris Hasanuddin menyebutkan jika Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menerima uang Rp 50 juta. Uang tersebut diberikan ke Lukman saat acara Kemenag Jatim di Surabaya.

Uang yang diberikan ke Lukman berasal dari patungan panitia acara rapat kerja pimpinan Kantor Wilayah Kemenag se-Jawa Timur. Uang diberikan kepada ajudan Menteri Lukman.

Acara raker itu dihelat di Hotel Mercure, Surabaya pada 1 Maret lalu.Haris menyebut pengumpulan uang oleh panitia kecil pengurus acara itu merupakan tradisi sejak tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Lama Tak Terdengar Kabarnya, Ki Joko Bodo Tampil Bedan dan Beri Alasan Mengejutkan!

Haris juga tidak mengetahui siapa panitia acara yang menyerahkan uang itu kepada Lukman. Ia hanya menerima laporan dari panitia bernama Zuhri. Diketahui Zuhri menjabat Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kemenag Jatim.

“Jadi uang Rp 50 juta yang diberikan (kepada) Pak Menteri itu, jadi sebelum kegiatan itu, maka sesungguhnya sudah dibentuk panitia kecil yang diketuai oleh Kabag TU Pak Amin dan ditunjuk secara panitia itu Pak Zuhri untuk mengatur keuangan dalam kegiatan itu,” kata Haris saat pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (10/7/2019), dikutip dari detik.com.

Lebih lanjut, Haris menceritakan bahwa di Kemendag Jatim ada tradisi ‘rujakan’ setiap kali mengadakan acara besar dan mengundang narasumber pejabat tinggi dari Kemenag. “Saya tahu ada tradisi, bahasa saya ‘rujakan’. Terutama tatkala ada event di situ, ngumpulkan orang banyak ada agenda ‘rujakan’. Maka kemudian disepakati, sudah, kita bikin ‘rujakan’ saja, kemudian Kanwil Kemenag diikutsertakan, biasanya begitu,” ucap Haris.

Haris menuturkan jika Kanwil Kemenag di seluruh Jatim dimintai uang Rp 1-2 juta. Tetapi dirinya tidak menyebutkan total uang diterima dari hasil pengumpulan tersebut.

“Saya nggak tahu persis. Siapa yang bayar juga saya nggak tahu juga. Kemudian Mas Zuhri melaporkan kepada saya, ‘Mas ini ada sisa untuk Pak Sekjen karena Pak Sekjen nggak bisa hadir’. Maka dilaporkan bahwa yang Rp 50 juta untuk Pak Menteri melalui ajudannya,” kata Haris.

Atas pemberian uang itu, Haris merasa Lukman sudah membantunya saat seleksi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. Pemberian uang itu setelah bertanya panitia acara bagaimana bentuk menghormati menteri.

“Jujur, ada rangkaian itu. Tetapi semata-mata saya tanya kepada panitia itu bagaimana menghormati seorang menteri,” ucap Haris.

Selain uang Rp 50 juta tersebut, Haris juga mengaku pernah memberikan uang senilai Rp 20 juta kepada Lukman melalui ajudannya bernama Hery Purwanto karena sudah dilantik Kakanwil Kemenag Jatim. Saat itu Lukman sedang ada acara di Tebuireng, Jombang, Jatim.

“Jadi sekali lagi saya kan baru dilantik tanggal 5 Maret, kemudian Pak Menteri ada undangan ke Tebuireng. Maka kemudian, selaku orang Timur, saya kemarin baru dilantik nggak terima kasih, itu saja,” kata Haris.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBertemu Agus dan Tidur Bareng di Penginapan, Ternyata Pagi Harinya….
Berita berikutnyaMahfud MD: Menurut Saya Habib Rizieq Boleh Pulang, Tetapi Kalau…