Heboh Kemunculan Hewan Aneh di Bali, Tahun 2017 Pernah Ditemukan di Kebumen. Pertanda Apa Ini?


SURATKABAR.ID Seekor hewan yang cukup aneh muncul di Bali. Bentuknya berbeda dengan hewan-hewan pada umumnya. Sebagian tubuhnya seperti seeokor serangga, namun ada bagian tubuh lainnya memiliki semacam tentakelnya gurita.

Seperti dilansir Daily Mail, hewan ini diketahui tengah merayap  di plafon rumah seorang warga bernama Hari Toae.

Beberpa pihak menyebut jika bentuk hewan ini seperti alien lantaran bentuknya yang tidak lazim. Hari mengatakan tidak pernah melihat seperti itu sebelumnya. Meskipun sebagain badannya berbentu seperti ngengat dan kakinya seperti belalang.

Namun setelah diamati lebih lanut, hewan ini ternyata berjenis Creatonos Gangis. Spesies yang satu ini memang cukup unik karena memiliki 4 tentakel berbulu dan juga sayap.

Jarang ditemui karena spresies ini ternyata cukup langka. Oleh sebab itu banyak yang terkejut saat pertama kali melihatnya. Seperti diwartakan kapanlagi.com, ngengat jenis ini pernah ditemukan di Kebumen pada 2017 silam.

Tentakel itu disebutkan sebagai upaya hewan tersebut menarik lawan jenisnya. Ketika muncul di Kebumen, hewan ini bentuknya sering disebut mirip dengan  ‘pentagram baphomet‘ yang sering jadi simbol iblis, serangga ini disebut-sebut sebagai serangga dari neraka.

Ditemukannya kembali spesies ini di Bali memberikan gambaran jika di Indonesia populasi serangga masih cukup bagus. Sebagaimana diketahui, seperti di lansir Vice ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa jumlah serangga di Jerman berkurang hingga 76%. Jumlah ini merupakan penurunan yang sangat drastis. Bahkan 82% dari penurunan ini terjadi di saat musim panas, dimana seharusnya serangga beterbangan dan keluar dari sarangnya.

Perlu diketahui jika serangga  merupakan makanan bagi hewan lain yang lebih besar, jika persediaan makanan mereka berkurang, hewan pemakan serangga juga terancam kelaparan dan punah. Di sisi lain serangga juga membantu penyerbukan tanaman secara alami, tumbuh-tumbuhan organik, bunga-bunga hingga buah-buahan tidak akan lagi bisa diserbukkan secara alami jika serangga mengalami kepunahan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAmnesty Internasional Anggap Tim Bentukan Kapolri Tak Efektif Ungkap Kasus Novel Baswedan
Berita berikutnyaIngat Sony Wakwaw? Begini Nasibnya Setelah Lama Tak Muncul di Dunia Akting