NasDem Tak Mau 3 Partai Pendukung Prabowo Ini Gabung Kubu Jokowi


SURATKABAR.ID Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Kubu pendukung Prabowo Subinato- Sandiaga Uno dikabarkan akan merapat ke petahana.

Nasdem sebagai pendukung Jokowi tidak sepakat jika tiga partai pendukung Prabowo ini masuk dalam koalisi Jokowi. Tiga partai tersebut adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Taufiqulhadi menilai jika perlu adanya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo, namun ia menegaskan bahwa rekonsiliasi tidak bisa diartikan dengan bagi-bagi kursi Menteri.

“Rekonsiliasi dalam konteks kepetingan berbangsa dan bernegara,” ujar Taufiqulhadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019), dikutip dari sindonews.com.

Ia merharap Gerindra, PKS, dan PAN berada di luar pemerintahan sebagai oposisi.

“Karena ada ajakan rekonsiliasi maka harus berikan kursi bahkan, saya serukan Gerindra, PKS, PAN berada di luar (pemerintahan-red). Itu akan baik bagi Indonesia dan baik untuk demokrasi. Jadi tidak perlu meminta atau diajak berada di koalisi Pak Jokowi,” kata anggota komisi III DPR ini.

Sementara itu, Ma’ruf Amin menilai rekonsiliasi memiliki makna semua harus bersatu. “Kan rekonsiliasi itu Pak Jokowi bilang tak berarti bagi-bagi kursi (menteri-red),” ujar Ma’ruf di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 pada Minggu 30 Juni 2019.

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden akan digelar pada 20 Oktober nanti di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.