Pria Ini Mengaku Diminta Kumpulkan Uang Untuk Kegiatan Menag Lukman


    SURATKABAR.ID Kepala Bidang Penerangan Agama, Zakat, dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim), Zuhri di sidang perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag mengaku diminta oleh terdakwa Haris Hasanuddin untuk mengumpulkan uang yang bakal dipakai untuk kegiatan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin di Jawa Timur.

    Zuhri mengatakan arahan itu disampaikan Haris. Uang itu, kata dia, dikumpulkan dari para pejabat kantor wilayah Kemenag seluruh Jawa Timur.

    “Ya itu waktu ada rakertim (rapat kerja tim), Kami tahu-tahu diminta Pak Haris, ‘Mas saya minta tolong teman-teman kalau ada yang menitip uang tolong dibantu’,” papar Zuhri di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.

    Ia menjelaskan bahwa dirinya berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 72 juta. Uang tersebut, menurut Zuhri didapatkan dari para pejabat Kantor wilayah Kemenag se-Jawa Timur. Ia menjelaskan jumlah uang yang diberikan dari para pejabat itu beragam, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta.

    “Tapi kalau untuk detail untuk apanya saya kurang tahu. Saya hanya mengumpulkan. kemungkinan, persiapan karena sebagai adat ketimuran, kedatangan Bapak Menteri, Pak Polisi yang mengawal minta juga, barangkali ini untuk pimpinan,” terangnya.

    Zuhri mengatakan bahwa uang tersebut berasal dari uang saku kegiatan para pejabat Kemenag se-Jatim.

    Uang yang berhasil dikumpulkan tersebut dibagikan ke sejumlah pihak. Zuhri mengatakan bahwa sejumlah Rp40 hingga Rp50 juta diberikan ke Humas Kemenag Jatim atas perintah Haris Hasanuddin.

    Selanjutnya, Rp10 juta diberikan kepada Haris Hasanuddin untuk kebutuhan kegiatan Lukman Hakim. Sisanya atau sekitar Rp22 juta, diminta oleh Haris Hasanuddin.

    “Untuk yang Rp22 juta saya enggak tahu untuk apa. Enggak (dicatat) dari kantor mana saja uang Rp72 juta,” katanya.