Deddy Corbuzier Masuk Islam, Ini Kata Felix Siauw Tentang Gus Miftah


SURATKABAR.ID Terkait keputusan Deddy Corbuzier untuk masuk Islam, Ustadz Felix Siauw mengapresiasi KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah). Ia menyampaikan apresiasi tersebut melalui akun Instagramnya.

“Dan pada hari ini, layak kiranya @gusmiftah juga mendapat apresiasi,” kata Felix melalui akun Instagramnya, dikutip dari antaranews.com.

Felix menyebutkan jika Gus Miftah dapat memberikan panduan kepada Deddy secara tepat sehingga pria berusia 42 tahun tersebut mantap untuk menjadi mualaf.

Menurutnya, Gus Miftah memiliki kekayaan pendekatan dakwah Islam. Felix menilai tokoh Nahdlatul Ulama tersebut memilik kekhasan seperti Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang melakukan syiar Islam melalui pendekatan budaya Jawa. Ia juga menyatakan bahwa dakwah mereka memiliki daya Tarik tersendiri.

“Artinya, Nusantara itu kaya dengan beragam pendekatan, dan guru-guru semisal Cak Nun dan @gusmiftah, berhasil memadu kesemuanya dan menjadikannya indah,” jelasnya.

“Bukan liberal, tapi keduanya cerdas dalam berbudaya. Mungkin kita harus pahami ke-Jawaannya, hingga kita tahu bahwa keduanya sangat teguh dalam Islam,” katanya.

Ia memberikan ucapan selamat dan do’a kepada Deddy yang telah menjadi muslim. “Barakallahu fiikum, love you all @gusmiftah @mastercorbuzier,” tulis dia.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier menjadi pusat perhatian publik lantaran memutuskan untuk pindah keyakinan. Pada Jum’at (21/6/2019), Deddy mengucapkan dua kalimat syahadad dan resmi memeluk agama Islam.

View this post on Instagram

Agama & Budaya Menjadi Muslim tidak harus menjadi Arab, karena tak semua Arab juga Muslim, itu semua nggak masalah. Yang jadi masalah adalah kalau ada Muslim tapi anti-Arab Dia Muslim, tapi anti dengan istilah Arab, anti dengan jibab, kerudung, sorban, dan jenggot yang menurutnya budaya Arab, jadi yang dia anti itu, Arab atau Islam? Seumur-umur, Islam nggak pernah meniadakan budaya, sebab Islam itu diatas budaya. Pengakuan Islam pada budaya, adalah pengakuan Islam atas ragam manusia Para ulama, telah menuntaskan bagi kita, mana perkara pokok dan cabang dalam agama, dan mana perkara yang bagian dari budaya, terang benderang banget Misal, nggak ada yang mewajibkan shalat dengan gamis, atau mengharuskan haji naik unta. Karena itu bagian dari budaya, yang bisa berubah sesuai zaman dan keadaan Akan tetapi, wanita berhijab, haji harus di Makkah, thawaf harus di Ka'bah, Al-Fatihah harus dengan bahasa Arab. Sebab ini bagian agama, bukan hanya budaya Arab Begitu juga di Nusantara, keberhasilan dakwah salah satunya karena walisongo yang sangat memahami budaya, dan mampu menjadikannya wasilah dakwah yang baik Sebab itulah sampai sekarang, kita bisa melihat di tanah Jawa, ramai ulama yang sangat apik dakwahnya, luwes dan ranggi dalam menyampaikan Islamnya Kalau saya ditanya, siapa yang saya kagumi dalam cara dakwah semisal ini, saya tak ragu menjawab, Cak Nun dan Maiyahnya, sangat memesona bagi saya Dan pada hari ini, layak kiranya @gusmiftah juga mendapat apresiasi, sebab dengan apik memandu @mastercorbuzier, dan menjadi jalan hidayah buat beliau Artinya, Nusantara itu kaya dengan beragam pendekatan, dan guru-guru semisal Cak Nun dan @gusmiftah, berhasil memadu kesemuanya dan menjadikannya indah Bukan liberal, tapi keduanya cerdas dalam berbudaya. Mungkin kita harus pahami ke-jawa-an, hingga kita tahu bahwa keduanya sangat teguh dalam Islam Hanya doa yang bisa terpanjatkan dari rasa bahagia dan syukur yang mendalam atas keislaman @mastercorbuzier. Barakallahu fiikum, love you all @gusmiftah @mastercorbuzier 😁😁😁

A post shared by Felix Siauw (@felixsiauw) on


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBlak-Blakan, Ternyata Ini Alasan Sulli Suka Pamer Foto Tanpa Pakai Bra
Berita berikutnyaJokowi Ingin Rekonsiliasi dengan Prabowo, Luhut: Tidak Ada yang Tidak Mungkin