Mantan Penasehat KPK Ini Beberkan Alasan Kenapa MK Harus Berani Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin


SURATKABAR.ID Abdullah Hehamahua, mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Mahkamah Konstitusi (MK) berani mengambil keputusan tegas terkait sengketa Pilpres 2019. Ia meminta MK mendiskualifikasi pasangan calon nomer urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan KH. Ma’ruf Amin.

Hal itu terkait dengan gugatan kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno terkait posisi Ma’ruf Amin di Dewan Pengawas Syariah (DPS) di Bank Mandiri Syariah dan Bank BNI Syariah.

“Siapa yang bilang bahwa anak BUMN bukan BUMN? Saya komisioner KPK sering memeriksa kekayaan penyelenggara negara. Anak BUMN itu diperiksa BPK berarti ada anggaran negara di dalamnya,” kata Abdullah di Jakarta, Selasa (18/9/2019).

Menurutnya, jika ada yang ikut dalam kontestasi Pilpres sebagai capres atau cawapres, maka wajib baginya meletakan jabatannya. Sebab jika tidak itu melanggar aturan.

“Jika ada pejabat yang maju capres dan cawapres yang tidak meletakan jabatannya maka itu melanggar aturan. Dengan demikian wajar untuk didiskualifikasi,” tutur Abdullah.

Abdullah juga berharap MK bernyali dalam melihat sumbangan dana kampanye Jokowi-Ma’ruf. Ia mempermasalahkan total harta kekayaan pribadi Jokowi dengan besaran dana kampanye yang disumbangkan.

“Bagaimana dalam hitungan hari bertambah Rp13 miliar oleh presiden. Sementara laporan LHKPN kepada KPK hanya sekian miliar, dalam 13 hari bertambah Rp13 miliar, dari mana uang itu? Harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia berharap MK berani bersikap secara jujur dan adil. Abdullah menyatakan dirinya siap untuk mati syahid untuk bangsa dan negara. “Ya Allah, lebih baik kami mati syahid, hidup mulia. Oleh karena itu, kalau hari ini kami harus dicabut nyawa, ambillah ya Allah. Demi cucu-cucu kami, anak-anak kami, demi bangsa dan negara kami. Jika tidak ya Allah, berikanlah keajaiban untuk membuka hati hakim MK untuk memutuskan dengan jujur,” jelasnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPolitikus Demokrat Ini Malah Serang Saksi Pro-Prabowo
Berita berikutnyaSindir Anies Soal IMB, Ahok: Gubernur Paling Hebat