Soal Tim Mawar, Ryamizard: Jangan Membawa Luka-luka Lama


Ryamizard Ryacudu speaks with the media after he was name the next defence minister by President Joko Widodo at the presidential palace in Jakarta October 26, 2014. President Widodo on Sunday assigned professional technocrats to lead the top economic ministries and implement much-needed reforms that address costly fuel subsidies, cooling investment and the country’s creaky infrastructure.
REUTERS/Darren Whiteside (INDONESIA – Tags: POLITICS MILITARY)

SURATKABAR.ID Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu meminta semua pihak untuk tidak lagi menggunakan istilah Tim Mawar, termasuk diantaranya dikaitkan dengan kerusuhan yang meletus pasa 21-22 Mei lalu.

Ryamizard menjelaskan bahwa istilah tersebut adalah luka lama dalam perjalanan sejarah Indonesia yang tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Sehingga, ia meminta seluruh pihak agar tidak mengkaitkan kisruh 21-22 Mei 2019 dengan Tim Mawar.

“Sebetulnya enggak usah lagi, sudah selesai tim mawar itu. Mereka semua sudah dikenai sanksi hukuman sudah selesai, (mereka) sudah tidak ada lagi. Jangan dibawa-bawa lagi, jangan membawa luka-luka lama,” kata Ryamizard Ryacudu di kantor Kemenhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019), dikutip dari viva.co.id.

Ia mendukung upaya pengungkapan kasus kerusuhan 22 Mei, namun harus bisa memisahkan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perseorangan dengan kesalahan yang dilakukan oleh sebuah kesatuan seperti Tim Mawar.

“Kalau misalnya sudah purnawirawan, dia sudah tidak bergabung di apa-apa, segala macamnya begitu, itu urusan mereka masing-masing. Tapi yang namanya Kopassus aktif, tidak ada yang begituan (Tim Mawar). Saya sudah tanyakan satu persatu, tidak ada mereka itu,” kata dia.

Senada dengan Menhan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga menegaskan bahwa tidak ada Tim Mawar dalam kasus kerusuhan 22 Mei.

“Sebenarnya jangan bicara Tim Mawar lagi, karena Tim Mawar dulu. Mereka-mereka bagian-bagian dari Tim Mawar yang dulu. Hanya dikatakan ‘oh Tim Mawar’. Tapi sesungguhnya dalam kerusuhan sekarang ini tidak ada Tim Mawar,” ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019), dikutip dari detik.com.

Ia juga meminta agar tidak menyebut lagi Tim Mawar, karena hal tersebut bisa membuat situasi menjadi rancu.

“Kalau perorangannya kita nggak tahu, nanti polisi yang lebih tahu dari hasil penyidikan,” kata Moeldoko.

“Jangan lagi menyebut Tim Mawar, nanti merancukan situasi,” imbuh Moeldoko.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAhok Diisukan Jadi Ketua Tim Pembangunan Ibu Kota Baru, Istana Beri Penjelasan Begini
Berita berikutnyaTegas! KPK Bakal Beberkan Bukti Aliran Dana ke Menag