Viral Karena Harga Mencekik, Simak 5 Fakta Warung Seafood Bu Anny


SURATKABAR.ID – Harga selangit yang dipasang di warung seafood Bu Anny beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan pengguna media sosial. Warung seafood tersebut mendadak viral setelah ada seorang pembeli yang merekam video berisi keluhan usai menyantap makanan di warung pinggir jalan ini.

Viralnya warung seafood Bu Anny viral bukan perkara rasanya atau keunikan lain yang ditawarkan, melainkan karena harganya terlampau tinggi untuk warung lesehan yang letaknya di pinggiran Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tersebut.

Berawal mula dari unggahan salah seorang pembeli yang tidak terima karena ditagih biaya sebesar Rp 700 ribu untuk semua pesanannya, yakni olahan udang, cumi, nasi, dan es teh, yang seharusnya tak sampai semahal itu. Warung bernama Lamongan Indah Lesehan Bu Anny ini langsung sepi pembeli.

Begitu sepinya pembeli, kini warung lesehan yang biasa buka setelah magrib itu  uma melayani satu pembeli hingga pukul 20.22 pada Rabu (22/5) lalu. Dan berikut ini beberapa fakta soal Warung Lamongan Indah Lesehan Bu Anny seperti yang dirangkum dari laman Grid.ID pada Jumat (31/5/2019):

1. Harganya Sudah Mahal Sejak Berdiri pada 2009

Sang pemilik, Bu Anny (42), menjelaskan dirinya sudah berjualan pada 2009. Dan sejak itu memang tak ada perubahan harga masakan yang dijual. “Dari 209 sampai sekarang saya tetap menjual masakan dengan harga yang tak murah. Tapi anehnya, kenapa baru sekarang gegernya,” ujar Anny, Rabu (29/5).

Baca Juga: Mie Ayam Viral di Medsos Dibanderol Cuma Rp 2 Ribu Saja, Tak Disangka Ada Kisah Pilu di Baliknya

2. Hanya Bisa Pasrah Dihujat Habis

“Ya, say amah pasrah. Saya sudah 10 tahun jualan di sini. Pada 2 – 3 tahun lalu sempat viral kayak gini juga, tapi saya tetap menjaga harga tersebut karena ada rupa ada harga,” tutur Anny yang didampingi sang suami, Sopikhin.

3. Menggunakan Bahan Baku Terpilih

Rupanya bukan tanpa alasan ia mematok harga selangit untuk setiap olahan di warungnya. Pasalnya, semua bahan baku yang ia gunakan hanyalah kualitas terbaik. “Ada rupa, ada harga. Kami dapat kepiting dari pasar saja harganya bisa Rp 175 ribu hingga Rp 225 ribu per kilogram.

“Kami pakai jenis kepiting telur dan udang windu yang terkenal besar-besar. Semua fresh, barang-barang dari laut,” jelas Anny yang kemudian mengaku hanya mengambil untung sebesar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu saja.

4. Sempat Didatangi Satpol PP

Lantaran viral itulah, warung Bu Anny sempat didatangi petugas Satpol PP. “Satpol PP tadi siang datang. Namun kami tetap tegaskan ‘ada rupa, ada harga’. Dari dulu, kami memang menjual dengan harga segini. Kami tidak main tembak harga seperti yang disangkakan orang lain,” tegasnya.

5. Pemda Turun Tangan Lakukan Penertiban

Sebenarnya tidak menjadi persoalan jika memang benar warung Bu Anny menjual sajian yang terbuat dari bahan kualitas unggulan sehingga harga yang sangat tinggi. Yang jadi masalah adalah, warung tersebut tak menyertakan daftar harga, karena itulah pembeli menjadi kaget saat akan membayar.

Menurut informasi yang didapatkan dari akun media sosial Instagram @makassar_iinfo, karena keluhan harga yang terlampau tinggi inilah, Pemda setempat pun langsung turun tangan dan mengambil langkah penertiban dengan cara menutup warung Bu Anny.