Sempat Mengaku Sebagai Imam Mahdi, Begini Nasib Satpam di Depok Sekarang


SURATKABAR.ID – Winardi, warga Jalan Haji Komat Dua, RW 005/RT 004, Depok, Jawa Barat, sejak beberapa waktu belakangan ini menjadi perbincangan. Pasalnya, ia mengaku sebagai Imam Mahdi dan memiliki 70 orang pengikut. Sebelumnya ia bahkan sempat menyebar undangan halal bihalal.

Namun akhirnya, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Kamis (30/5/2019), Winardi bertaubat. Hal tersebut ia sampaikan di Kantor Kecamatan Sawangan setelah pertemuan dengan aparat, pemerintah setempat dan para pemuka agama.

“Saya bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan meninggalkan ajaran yang telah saya ajarkan kepada murid-murid saya,” ujar Winardi yang gara-gara undangan open house setelah Lebaran 2019 viral dan ramai diperbincangkan warganet.

Dalam kesempatan tersebut, Winardi juga mengakui bahwa dirinya bukanlah Imam Mahdi seperti yang sebelumnya ia akui. “Bahwa saya bukanlah Imam Mahdi, yang selama ini saya akui,” imbuh Winardi lebih lanjut.

Baca Juga: Undangan Open House dari Imam Mahdi Bikin Gempar Warga Depok, MUI Langsung Turun Tangan

Seperti yang diketahui, sosok Winardi yang mengaku-aku sebagai Imam Mahdi ini sukses bikin geger warga Depok setelah sebelumnya undangan hala bihalal atau open house Idul Fitri 2019 miliknya tersebar di dunia maya.

Pada undangan tersebut terdapat tulisan, ‘open house halal bihalal idul fitri 1440 H bersama sang pembaharu (Imam Mahdi)’.

Menurut rencana, acara tersebut akan digelar di padepokan Trisula Weda di kampung Prigi Bedahan, Bedahan, Sawangan. Winardi, sang Imam Mahdi palsu, mengklaim dirinya sudah memiliki sekitar 70 orang murid.

Salah seorang pengikut Winardi, Mahfuzy, mengungkapkan bahwa sang panutannya itu merupakan seorang security yang bekerja di sebuah hotel. “Profesinya sebagai satpam di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan,” jelas Mahfuzy ditemui di kediaman Winardi, Rabu (29/5) dini hari.

Lebih lanjut, Mahfuzy mengungkapkan bahwa jumlah pengikut Winardi dari waktu ke waktu terus bertambah dan makin banyak. “Sudah ada 100 kurang, 80 orang lah sekiranya,” ungkap Mahfuzy di hadapan awak media.

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas, Ketua RW 005/RT 004, Kelurahan Bedahan. Kecamatan Sawangan, Hasan, mengaku tak tahu menahu terkait ajaran sesat yang disebarkan oleh Winardi si Imam Mahdi palsu tersebut.

“Saya baru tahu ini dari aparat. Ini dulunya digunakan sebagai tempat-tempat pengobatan alternatif,” tutur Hasan ditemui di lokasi.

Hasan menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun dari warganya yang menjadi pengikut Winardi. “Pengikutnya di daerah sini tidak ada. Namun pengikutnya ada dari segala daerah,” imbuhnya kemudian.