Bikin Hasrat Bercintanya Hilang, Calon Mahasiswa Tuntut Kampus Ganti Rugi Rp 31 M


SURATKABAR.ID – Seorang calon mahasiswa di Queensland, Australia, dikabarkan menuntut ganti rugi dari kampus yang akan menjadi tempatnya belajar dalam jumlah fantastis. Alasannya terbilang cukup menggelikan dan sangat tidak biasa.

Kuldeep Singh Mann, seperti yang diberitakan Kompas.com pada Rabu (29/5/2019), telah menyetor uang masuk senilai 20 ribu dolar Australia atau yang setara dengan Rp 199,5 juta sebagai biaya pendaftaran studi doktoral di Universitas James Cook (JCU).

Namun, seperti dilansir Kompas dari Daily Mirror, Selasa (28/5/2019), mahasiswa asal India tersebut dianggap tak memenuhi persyaratan dan langsung dikeluarkan dari universitas. Ia dituding gagal menyeimbangkan komitmen kerja oleh otoritas kampus.

Selain itu Mann juga dinilai tidak cukup untuk memenuhi program pendidikan selama empat tahun. Bahkan, pihak universitas juga menuduhnya telah mengakui karya orang lain alias plagiarisme, seperti yang diungkapkan oleh media loka.

Karena hal tersebut, Mann mengaku sangat sedih. Pria yang bekerja di 7-Eleven tersebut mengungkapkan kesedihannya begitu mendalam hingga keinginannya untuk berhubungan sekshilang sama sekali.

Baca Juga: Astaga! Pakai ID Palsu, Motif Mahasiswa yang Ngaku Pilot di Bandara Soetta Akhirnya Terungkap

“Peristiwa itu menghentikan kehidupanseks saya. Tidak ada rangsangan di organ saya. Seingat saya, saya tak pernah memiliki masalah seperti ini sebelumnya,” keluh Mann kepada The Couier-Mail.

Calon mahasiswa berusia 52 tahun ini juga mengaku bahwa dirinya tak dapat keluar dari tekanan depresi yang melanda, lantaran menganggap reputasinya sudah luluh lantak.

Menganggap JCU sebagai akar semua masalahnya dalam hidup, Mann lalu memutuskan untuk menuntut ganti rugi sebesar 3.125.000 dollar Australia atau yang setara dengan Rp 31,2 miliar.

“Sudah dipastikan bahwa JCU sengaja menarik saya ke dalam program doktoral karena mereka hanya menginginkan uang saya saja,” tukas Mann kemudian.

Terkait hal tersebut, universitas menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan komentar resmi. Pasalnya mereka saat ini sedang mempersiapkan materi untuk berhadapan dengan Mann di meja hijau.