Jangan Berikan ke Anak! 6 Makanan Ini Sebabkan Otak Lambat Berkembang dan Picu Kebodohan


SURATKABAR.ID – Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orangtua, khususnya ibu, menurunkan kecerdasannya kepada anak. Namun bukan berarti apa yang secara genetik telah diwariskan tak dapat dipengaruhi oleh faktor lain dari luar, loh.

Pasalnya, seperti yang dirangkum dari laman Tribunnews.com pada Minggu (26/5/2019), kecerdasan anak ternyata bisa bertambah atau malah berkurang. Dan itu tergantung dari faktor lingkungan tempat ia dirawat dan dibesarkan, maupun karena asupan makanan serta minuman.

Nutrisi yang ada di dalam makanan memiliki peran sangat penting dalam perkembangan otak anak. Terlebih ketika mereka masih berusia antara 0 sampai 3 tahun. Menurut sejumlah ahli, 80 persen bagian otak manusia terbentuk dan berkembang di 3 tahun pertama dalam kehidupannya.

Itulah mengapa Anda harus lebih berhati-hati ketika memilih dan memberikan makanan kepada anak-anak. Di bawah ini adalah 6 makanan berbahaya yang digadang-gadang dapat menyebabkan kebodohan pada anak. Apa saja?

1. Soda dan Minuman Kemasan Lain

Meminum soda di siang hari memang sangat menyegarkan. Apalagi disajikan dalam keadaan dingin. Namun selain dapat merusak gigi dan menyebabkan berat badan berlebih, soda yang mengandung tinggi gula ini juga bisa merusak otak si kecil.

Baca Juga: Ibu Muda Ini Tega Tinggalkan Anaknya di Sebuah Restoran, Alasannya Bikin Trenyuh

Terbukti dalam sebuah penelitian dari University Southern of California yang menemukan kaitan erat antara soda dengan kemampuan fungsi otak. Jika anak-anak mengkonsumsi soda, hal itu dapat mempengaruhi otak dalam mengingat dan memproses informasi ketika mereka dewasa.

Dan bukan cuma soda. Karena hal tersebut juga berlaku untuk minuman kemasan lainnya. Bahkan termasuk jus buah kemasan yang diklaim menyehatkan. Karena biasanya buah yang digunakan bukanlah buah asli, melainkan perisa yang mengandung gula dalam jumlah tinggi.

2. Daging Olahan

Jangan salah. Daging memang merupakan salah satu sumber protein yang sangat penting bagi tubuh. Namun itu tidak berlaku pada daging olahan seperti sosis, nugget. Olahan daging biasanya mengandung protein buatan yang dalam prosesnya juga kerap ditambahkan bahan kimia untuk campuran.

Terlalu banyak mengkonsumsi daging olahan bisa menyebabkan sistem saraf anak terganggu. Mereka akan kesulitan dalam mengingat dan mengelola sesuatu. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk menghindari memberikan makanan olahan pada buah hati, terlebih untuk bekal anak ke sekolah.

3. Teh dan Kopi

Kandungan kafein di dalam teh dan kopi bisa membuat seseorang mengalami insomnia. Bayangkan jika dua minuman ini dikonsumsi anak-anak. Padahal tidur adalah hal yang penting bagi anak-anak. Karena saat mereka tidur itulah masa tumbuh kembangnya terjadi.

Selain itu, kafein juga menyerap zat besi yang sangat diperlukan tubuh untuk mengirim oksigen ke otak. Dengan minum minuman yang mengandung kafein maka akan menyebabkan perkembangan otak anak terganggu. Karena itu sangat diharamkan memberikan dua jenis minuman ini untuk anak.

4. Permen dan Makanan Manis Lain

Bukan rahasia umum jika permen menyimpan dampak buruk bagi anak. Selain bisa menyebabkan masalah pada kesehatan gigi, permen ataupun makanan manis lainnya dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak jika berlebihan.

Gula yang tinggi dalam permen dan makanan manis lain juga terbukti dapat merusak otak anak. Seperti disebutkan dalam penelitian oleh ICLA, kelebihan fruktosa bisa mengganggu kemampuan insulin menggunakan gula untuk memproses pikiran dan perasaan.

5. Fast Food

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga sangat menyukai makanan cepat saji karena memiliki rasa yang enak dengan tampilan menggoda. Namun terlepas dari kelezatan yang ditawarkan fast food, makanan jenis ini tak punya kandungan gizi yang penting bagi tubuh.

Padahal untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, mereka sangat butuh gizi dan nutrisi yang cukup. Dan jika mereka terlalu sering mengkonsumsi fast food yang tak dapat memenuhi kebutuhan gizinya, maka perkembangan otak mereka tak akan maksimal.

6. Makanan Instan

Untuk membuatnya memang tak butuh waktu lama, namun di dalam makanan instan mengandung banyak bahan pengawet. Selain itu, sama seperti fast food, makanan instan juga tak tak punya kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Apalagi makanan-makanan yang tinggi bahan kimia bisa meningkatkan gejala demensia alias kemunduran fungsi otak pada anak. Karena itu, sebaiknya mulai kurangi memberikan makanan instan kepada putra putri tercinta anak, ya?