Lebih Banyak Maslahat Dibanding Mudaratnya, KH Ma’ruf Amin: Bagus Jika PAN Gabung Koalisi


SURATKABAR.ID – Calon Wakil Presiden 01 KH Ma’ruf Amin menegaskan, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin merupakan pemimpin untuk seluruh Rakyat Indonesia. Sehingga pihaknya menyambut baik jika Partai Amanat Nasional (PAN) hendak bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja. Ada pun menurut eks Ketum PAN, akan lebih banyak maslahat dibanding mudaratnya jika PAN bergabung dengan koalisi dari 01.

“Saya kira bagus itu, nggak masalah malah kita lebih… Kan kita sudah janji kalau jadi presiden dan wakil presiden untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutur Ma’ruf usai menghadiri buka puasa bersama di kediaman mantan Ketum PAN, Soetrisno Bachir di Jl Simprug Golf 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/05/2019), mengutip laporan Detik.com.

Ma’ruf Amin lantas menjelaskan, PAN atau partai lainnya yang berada di kubu Prabowo-Sandiaga juga punya peluang yang sama untuk bergabung dengan Jokowi-Ma’ruf.

Kata Ma’ruf Amin, paslon 01 akan menyambut niat baik tersebut.

“Berarti semua partai, kalau mereka itu terus bergabung, itu sesuai harapan namanya itu. Ya kita senang saja, mudah-mudahan begitu,” tukasnya.

Baca juga: Diperiksa 10 Jam, Amien Rais: Ini People Power Enteng-entengan, Bukan Mau Jatuhkan Presiden

PAN Lebih Maslahat Gabung Koalisi Jokowi

Sementara itu, eks Ketum PAN, Soetrisno Bachir mengungkapkan bergabungnya PAN ke pemerintah dapat menumbuhkan koalisi yang kuat di pemerintah. Ia menuturkan, jika pemerintahan kuat, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat.

Ia mengklaim sangat mendukung partai berlambang Matahari itu berkoalisi dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya, bergabung dengan kubu Jokowi bakal memberikan manfaat untuk partai.

“Dengan PAN bergabung Pak Jokowi, menurut saya banyak maslahatnya, banyak kebaikannya, dibandingkan mudaratnya,” ucapnya, dilansir dari reportase Viva.co.id.

“Banyak maslahatnya, banyak manfaatnya kalau PAN dan Demokrat bergabung ke pemerintahan. Dengan pemerintahan yang kuat, maka ekonomi bisa berkembang dengan lebih cepat,” papar Soetrisno yang juga merupakan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa komunikasi antara Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dengan Jokowi sudah mulai terjalin. Dengan bertemunya dua tokoh terkait, maka sinyal kemungkinan bergabungnya PAN dengan kabinet Jokowi-Amin tampak semakin jelas.

Diakui Soetrisno, perbedaan pilihan di internal PAN merupakan hal biasa. Ia menandaskan sejak 2014 sudah berbeda pendapat dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

“Kalau yang namanya PAN itu sudah biasa yang namanya berbeda pendapat,” ungkapnya blak-blakan.

“Ya saya waktu itu berbeda dengan Pak Amien, 2014 mendukung Jokowi-JK. Alhamdulillah yang menang Jokowi-JK. Kali ini saya berbeda pendapat dengan Pak Amien, saya mendukung Pak Jokowi-Ma’ruf yang menang Jokowi-Ma’ruf, he-he-he,” paparnya bercerita.