Pasien Stres dari Pendukung Capres Penuhi Rumah Sakit Jiwa Bengkulu


SURATKABAR.ID – Setelah diselenggarakannya Pemilu dan Pilpres 2019 pada 17 April lalu, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu kini dipenuhi pasien stres dari pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. Hal ini diketahui dari informasi yang disampaikan oleh Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu Chandrainy Puri. Menurutnya, kebanyakan yang mengalami stres adalah pendukung paslon capres dan cawapres, bukan caleg.

“Kalau dari caleg-caleg tidak ada, karena para peserta caleg tampaknya sekarang sudah tangguh-tangguh semua. Justru malah yang berdatangan dari kalangan pendukung paslon capres dan cawapres,” ungkap Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu Chandrainy Puri, Jumat (24/05/2019). Demikian menukil reportase SindoNews.com, Minggu (26/05/2019).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Chandrainy, kedatangan para pasien ini sudah ada sejak diumumkannya berbagai macam hasil hitung cepat yang banyak bermunculan di media, baik berita di televisi, media online maupun media sosial, hingga ketetapan hasil pemilu oleh KPU RI.

Kendati begitu, pihaknya tak ingin menyebutkan secara gamblang terkait berapa banyak pasien yang telah berdatangan ke RSKJ tersebut.

“Banyak dari kalangan masyarakat biasa yang terlalu fanatik terhadap pasangan presiden dan wakil presiden pilihannya, jadi banyak yang tidak terima dan akhirnya mengalami gangguan kejiwaan,” beber Chandrainy kemudian.

Baca juga: Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Hanya Bawa 51 Bukti ke MK, Pakar Sebut Itu Sangat Sedikit

Sejauh ini, RSKJ telah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam melayani semua pasien yang datang tersebut. Di antaranya yakni memberikan pelayanan rawat inap ataupun rawat jalan, sesuai dengan tingkat gangguan yang dialami oleh masyarakat terkait.

Menurut halaman BengkuluToday.com, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu ini berfasilitaskan 300 tempat tidur untuk menampung para pasiennya. Selain itu, RSKJ juga menyiapkan ahli kejiwaan untuk berkonsultasi bagi caleg yang mengalami stres ringan maupun stres berat.

“Di sini bukan hanya tempat untuk orang gila, namun kita melayani bentuk-bentuk kecil dari pada gangguan-gangguan psikologis masyarakat. Tidak usah malu, privasi pasien kami jaga,” tutur Chandrainy.

Di samping itu, RSKJ Soeprapto juga menerima pasien dengan layanan BPJS mandiri serta BPJS miskin.

“RSKJ kita siap menerima pasien BPJS, rumah sakit kita juga paripurna dan mendapat akreditasi bintang 5,” katanya lagi.

RSJ Cisarua Siapkan Ruang VIP untuk Caleg Stres

Sementara itu, sejak pertengahan April lalu, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jabar (RSJ) Cisarua juga telah menyiapkan ruangan perawatan VIP guna menangani pasien gangguan kejiwaan yang merupakan calon anggota legislatif gagal pada Pileg 2019.

“Kalau nanti ada kejadian caleg yang stres dan perlu dirawat, kami sudah menyediakan ruangan VIP,” tukas Kepala Bidang Keperawatan RSJ Cisarua Nining Mariam, Kamis (18/04/2019) lalu.

Dikemukakan Nining, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, tidak ada pasien jiwa yang sebelumnya berstatus caleg. Kendati demikian, RSJ Cisarua yang berlokasi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menyiapkan ruangan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami tidak menyediakan secara khusus karena dari pengalaman sebelumnya tidak ada lonjakan kunjungan pasien yang mengatasnamakan caleg. Mungkin saja ada kunjungan rawat jalan ke RSJ tapi tidak mengatasnamakan caleg,” tukasnya lagi.

“Kalaupun nanti ada kejadian caleg stres dan perlu dirawat, kami sudah sediakan lima ruang perawatan VIP,” ucap Nining menerangkan.