BPN Minta Jokowi Lebih Aktif Hubungi Prabowo, TKN Lempar Serangan Balik


SURATKABAR.ID – Wacana pertemuan antara petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto menjadi polemik. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin saling serang argumen.

Rencana Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo, seperti dilansir dari laman Detik.com pada Minggu (26/5/2019), sebenarnya telah disuarakan sejak jauh hari, tepatnya setelah pencoblosan Pemilu 17 April 2019 lalu.

Namun rencana tersebut belum juga mendapat lampu hijau dari pihak Prabowo. Jokowi mengaku telah mengutus seseorang untuk menyampaikan maksud tersebut, namun hingga kini belum juga ada kesepakatan terkait pertemuan tersebut.

Sementara itu, BPN Prabowo-Sandiaga menyebut keinginan Jokowi untuk menemui Prabowo hanya basa-basi semata. Kubu pasangan nomor urut 01 diklaim tak benar-benar memiliki keinginan untuk melakukan rekonsiliasi.

“Pihak sebelah sibuk bicara rekonsiliasi dan ingin adanya pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Tapi mereka sebatas basa-basi politik saja di depan media,” ujar Juru Bicara BPN Andre Rosiade di hadapan awak media pada Sabtu (25/5) kemarin.

Baca Juga: Kembali Mengingat Janji Persahabatan Jokowi dan Prabowo yang Pernah Terucap

Menurut Andre, jika memang Jokowi ingin menemui Prabowo, hal tersebut tidak akan serumit seperti yang terjadi sekarang. Ia menyebut petahana Presiden Jokowi cukup mengontak Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dan mengatur waktu pertemuan yang tepat.

“Kalau mau ketemuan sederhana, kok. Pak Jokowi cukup menelepon langsung Pak Prabowo untuk atur ketemuan secara langsung,” sebutnya.

TKN Jokowi-Ma’ruf pun langsung menepis pernyataan politikus Gerindra tersebut. Menurut kubu 01, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo sangat penting. Untuk itu pihak 02 diminta tak menjadikannya sebagai isu politik praktis semata.

“Pertemuan itu penting bagi bangsa ini, jangan dikelola sebagai isu politik. Sebagai sesama pemimpin bangsa, sebagai elite bangsa, sebagai yang dicontoh. Saya kira kepentingan bertemu dan komitmen untuk berpolitik secara modern itu dibangun dulu. Jadi berkompromi, berkolaborasi adalah politik modern,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, Sabtu (25/5).

Karding mengklaim bahwa Jokowi sudah sangat proaktif menghubungi Prabowo melalui berbagai sarana. Ia menyebut, poin dari rencana pertemuan kedua tokoh tersebut adalah mengenai niatan baik untuk memperbaiki tensi politik yang memanas akibat Pemilu 2019.

Oleh karena itu, ia sangat berharap agar tim Prabowo-Sandiaga tak lantas mempolitisir maksud dari tujuan baik Jokowi tersebut. Karding juga sangat berharap kubu 02 tak menjadikan hal ini sebagai bagian dari pertarungan politik antara Jokowi dan Prabowo.

“Beliau (Jokowi) telah proaktif (menghubungi Prabowo). Beliau concern banget soal upaya mempersatukan Indonesia,” tegas pilitikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

“Itu yang penting pertama. Sehingga soal teknis nanti kalau betul-betul ada kemauan, kalau betul-betul beliau terbuka untuk berkomunikasi pasti akan terjadi. Ini soal waktu. Tapi jangan dikelola sebagai isu politik yang substansi soal siapa yang telepon, siapa yang mengatur,” imbuh Karding.