Dikecewakan, Bupati Klungkung Putuskan Mundur dari Gerindra Pascapemilu 2019


SURATKABAR.ID – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta secara resmi mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Alasannya, ia merasa kecewa usai dikeluarkan dari grup WhatsApp (WA) DPC Partai Gerindra Klungkung.

Suwirta, seperti yang dihimpun dari laman JPNN.com pada Jumat (24/5/2019), merasa dirinya tak lagi dianggap sebagai bagian dari Partai Gerindra. Ia bahkan menyebut dirinya dipandang sebagai kotoran. Oleh karena alasan itu, ia pun memilih mundur dari partai besutan Prabowo Subianto.

Bupati asal Nusa Ceningan ini mengumumkan dirinya keluar dari Partai Gerindra dan langsung melayangkan surat pernyataan pengunduran diri bermaterai Rp 6.000 besera kartu tanda anggota (KTA) Gerindra miliknya ke Kantor DPC Partai Gerindra Klungkung pada Kamis (23/5) lalu.

Di dalam surat pernyataan pengunduran diri tertanggal 23 Mei 2019 yang ditujukan pada Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan secara terbuka alasan dirinya memilih mundur dari Partai Gerindra.

Adapun alasan yang paling utama adalah karena ia ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Klungkung.

Baca Juga: Terbukti Gelembungkan Suara Caleg Gerindra di Bengkulu, Polisi Lakukan Ini pada 3 Anggota PPK

Ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengaku bahwa hingga saat ini ia merasa belum menjadi seorang politisi.

Selain itu, ia juga mengakui bahwa dirinya belum dapat melakukan banyak hal untuk partai, lantaran terlalu fokus mengabdikan diri kepada masyarakat sebagai Bupati Klungkung.

“Saya dulu juga bukan orang partai, sehingga pikiran saya lebih banyak meng-entrepreneur masyarakat,” ungkap Suwirta, seperti yang dilansir JPNN dari Radar Bali, pada Jumat (24/5).

Pada saat itulah ia merasa tak lagi dibutuhkan hingga akhirnya mendapat jalan untuk keluar dari Partai Gerindra. “Waktu itu saya mau berkomentar di grup, kok tidak bisa. Setelah saya tanya salah satu anggota grup, dijelaskan kalau saya telah dikeluarkan,” tuturnya.

“Itu baru saya tahu dua hari jelang keberangkatan saya ke Malaysia untuk cek kesehatan. Karena tidak menyangka, saya sempat coba lagi saat di bandara. Ternyata tidak bisa juga,” jelas Suwirta.

Berawal dari hal itulah muncul niatan untuk mundur dari Partai Gerindra. Dan keputusan tersebut pun ia ambil dengan menyerahkan surat pengunduran diri kemarin.

“Katanya (Gerindra) mau bersih-bersih, berarti saya kotor. Karena saya menganggap saya kotoran di sana, saya keluar saja. Mereka kasih jalan, ya saya harus tahu diri karena saya bukan anggota partai yang militant,” pungkas Suwirta tegas.