Diperiksa 10 Jam, Amien Rais: Ini People Power Enteng-entengan, Bukan Mau Jatuhkan Presiden


SURATKABAR.ID – Amien Rais yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PAN telah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya berkenaan dengan kasus dugaan makar yang melibatkan tersangka Eggi Sudjana. Dalam pemeriksaan terkait, Amien menerangkan soal pernyataan ‘people power‘.

“Jadi yang saya kembangkan sesungguhnya people power enteng-entengan, bukan seperti people power yang mau mengganti rezim atau menjatuhkan presiden, itu sama sekali jauh,” ucap Amien kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/05/2019), sebagaimana dikutip dari reportase Detik.com.

Amien mengimbuhkan, seruan people power itu merupakan cara konstitusional dalam berdemokrasi.

“Intinya, semua yang ditanyakan, saya berikan apa adanya dan saya tanya people power itu, itu konstitusional, demokratis, dijamin prinsip HAM juga,” sambungnya kemudian.

Dicecar 37 Pertanyaan

Diketahui, pemeriksaan Amien berlangsung selama sekitar 10 jam. Salah satu kuasa hukum Amien Rais, Ahmad Yani, menyebutkan kliennya dicecar 37 pertanyaan oleh penyidik.

Baca juga: Mangkir dari Panggilan Polisi Tapi Malah Ikut Jenguk Eggi Sudjana di Polda Metro, Tak Disangka Ini Dalih Amien Rais

“Pak Amien sudah mengupayakan dia datang sebagai warga negara baik. Pak Amien datang sebagai saksi atas dugaan tindak pidana yang disangkakan penyidik ke Eggi Sudjana,” sebut Ahmad Yani menjelaskan.

Amien Rais memenuhi panggilan polisi pada pukul 10.27 WIB dan sudah selesai diperiksa pukul 20.42 WIB. Amien juga dimintai keterangan mengenai pernyataan people power yang disampaikan tersangka Eggi Sudjana.

Sebelumnya, Eggi Sudjana telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar. Eggi menjadi tersangka makar setelah mengucapkan soal people power di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 17 April 2019 lalu.

Bawa Buku Jokowi People Power’

Memenuhi undangan polisi, Amien Rais tampak menarik perhatian karena membawa buku berjudul Jokowi People Power’. Amien memamerkan buku berjudul ‘Jokowi People Power’. Buku itu terus ia pegang selama berjalan ke masjid siang tadi.

Meski begitu, Amien tak memberikan tanggapan sewaktu ditanya awak media.

“Nanti-nanti ya, mau Jumatan dulu, lebih penting Allah,” jawab Amien Rais menimpali rekan wartawan.