Dipaksa Tempelkan Wajah ke Knalpot oleh Oknum Polisi, Tukang Ojek Ini Cacat Seumur Hidup


SURATKABAR.ID – Seorang tukang ojek asal Desa Nele Barat, Kecamatan Nele, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Yoseph, mengaku mendapatkan pelecehan dan penganiayaan dari seorang oknum polisi. Tak tinggal diam, korban didampingi keluarga melaporkan hal tersebut ke Polres Sikka, Selasa (21/5) pagi.

Yoseph, seperti yang ditukil dari laman Tribunnews.com pada Jumat (24/5/2019), menjelaskan bahwa aksi penyiksaan tersebut dilakukan oknum polisi dengan memaksa dirinya menempelkan pelipis pada knalpot motor yang dalam kondisi panas serta mesin masih hidup.

Dampak dari penganiayaan tersebut pelipis Yoseph pun mengalami luka bakar. Ia bahkan harus merelakan sebagian wajahnya cacat seumur hidup.

Seperti yang dilansir Tribun dari portal berita lokal SUARA Flores, Yoseph mengaku bahwa penganiayaan terhadap dirinya dilakukan oleh oknum polisi di halaman Polres Sikka pada Minggu (19/5) lalu. Dan Yoseph ternyata tak hanya disiksa dengan cara dipaksa mencium knalpot panas.

Usai diperlakukan secara tidak pantas, Yoseph juga dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Sikka.

Baca Juga: Diringkus Polisi, Terkuak Identitas 619 Orang Berbaju Hitam Pelaku Kerusuhan May Day

“Waktu itu saya mengendarai sepeda motor yang menggunakan knalpot racing dan melintas depan Polres Sikka. Mungkin mendengar suara motor racing tersebut, mereka kejar dan tangkap saya di dekat Pom Madawat,” jelas Yoseph pada Selasa (21/5).

“Merekabawa saya ke kantor polisi lalu aniaya saya. Saya tidak mau, tapi oknum polisi tersebut terus mendorong saya ke arah knalpot hingga luka seperti ini,” imbuh Yoseph sambil memperlihatkan wajahnya yang mengalami luka bakar.

Ketika itu, Yoseph diminta menghidupkan motor dan oknum polisi juga memaksanya mendekatkan telinganya ke knalpot. “Polisi itu minta saya hidupkan motor dan memasang telinga dekat knalpot sambil gas-gas motor. Saya ikuti saja. Setelah itu baru saya diminta masuk sel,” tuturnya.

Usai memberikan keterangan kepada wartawan di halaman Polres Sikka, Yoseph bersama salah seorang kerabatnya, Remigius, menghadap Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang. Pemuda lulusan salah satu SMA di Maumere ini lalu mengungkapkan kasus penganiayaan yang ia alami di hadapan Kapolres Sikka.

“Saya sudah mendapat laporan peristiwa yang ade alami ini. Saya pasti tindak tegas. Ini di luar dari tugas pelayanan. Saya saja kalau mereka salah, saya tidak pernah pukul. Jadi saya pasti tindak tegas kasus ini dengan cara yang tepat,” ujar Rickson dengan tegas.

Kepada keluarga Yoseph, Rickson menyampaikan pihak Polres Sikka akan menanggung semua biaya pengobatan untuk kesempuhannya.

“Semua ini saya tanggung. Ini tanggung jawab saya sebagai pimpinan. Kalau sudah sembuh, besok atau lusa datang menghadap saya lagi ya. Yang jelas saya pasti tindak tegas anggota yang bertindak seperti ini,” tegasnya.

Rickson Situmorang lantas memanggil anggotanya untuk mengantarkan Yoseph mendapat pertolongan medis di Rumah Sakit TC Hillers. Ia juga memerintahkan anggotanya untuk segera mengembalikan motor Yoseph yang masih ditahan.

Lalu kepada Yoseph, Rickson mengimbau untuk segera mengganti knalpot motornya dengan yang standard. “Ingat! Knalpotnya ganti yang standard ya. Jangan lagi pakai yang bising atau racing yang mengganggu orang di jalan raya,” ujarnya tegas.