Tiba di Istana Bogor, AHY Jadi ‘Jembatan’ Jokowi dengan SBY


SURATKABAR.ID – Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimutri Yudhoyono (AHY) menyambangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor. Rupanya AHY mendapat mandat sebagai penyambung komunikasi antara Jokowi dan Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY, seperti yang dihimpun dari laman Detik.com, menyebut pertemuan kali ini adalah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada awal Mei. “Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan kami sebelumnya di Istana Merdeka pada 2 Mei lalu,” ujar AHY, Rabu (22/5).

“Tentunya komunikasi yang terjalin ini sebagai wujud harapan bahwa Bapak Presiden Jokowi dan Bapak SBY bisa terus menjalin silaturahim dan komunikasi. Utamanya dalam mendiskusikan berbagai hal situasi bangsa dewasa ini,” imbuh AHY.

Lebih lanjut, AHY menyebutkan saat ini sang ayahanda, SBY, tengah dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk menemui Jokowi. Untuk diketahui, SBY sekarang masih berada di Singapura karena mendampingi istri, Ibu Ani, menjalani perawatan pengobatan kanker darah.

Baca Juga: Ucapkan Selamat untuk Jokowi-Ma’ruf, Ini Harapan SBY

“Oleh karena itu Bapak Presiden Jokowi meminta saya jadi jembatan komunikasi dengan Bapak SBY sebagai mantan presiden 2 periode memiliki wisdom dan pengalaman tertentu yang ingin dibagi dan disampaikan dalam rangka memberikan support pada Presiden Jokowi dalam menangani situasi politik, hukum, dan keamanan akhir-akhir ini,” tutur AHY.

“Utamanya pasca-pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019, baik untuk pilpres maupun pileg yang telah disampaikan secara resmi oleh KPU pada 21 Mei dinihari,” tambah AHY lebih lanjut.

Ia menyampaikan bahwa SBY mengharap agar pemerintah dan negara dapat menangani situasi politik usai pengumuman rekapitulasi hasil Pemilu 2019. Pemerintah juga diharap terus hadir dan memberikan solusi-solusi serta pendekatan yang tepat.

“Artinya tersedia ruang dialog dan komunikasi. Solusi politik hukum dan tersedia pendekatan keamanan. Karena ini bangsa kita sendiri, kita berharap penanganan dilakukan dengan baik dan sebisa mungkin kita terhindar dari segala korban yang tidak diperlukan,” jelasnya.

Namun demikian, mantan perwira TNI AD ini dengan tegas menyatakan bahwa hukum tetap harus ditegakkan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. AHY menyebut bahwa seluruh masyarakat Indonesia sangat mempercayai pemerintah.

“Tentu ini negara hukum yang harus ditegakkan secara tegas dan berkeadilan. Ini harapan besar kita semua,” ungkap AHY.

Sebagaimana diketahui, ini adalah kali kedua AHY bertemu dengan Jokowi sejal Pemilu 2019 dilaksanakan. Pertemuan tersebut berbuntut pada munculnya kabar tak mengenakkan dari Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut Demokrat akan keluar untuk bergabung denganJokowi-Ma’ruf.