Mengejutkan! Mantan Komandan Korps Marinir Ini Akui Pemilu 2019 yang Paling Tak Bermartabat


SURATKABAR.ID – Eks Komandan Korps Marinir purnawirawan Letjen (Mar) Suharto turut menyampaikan orasi ketika menggelar aksi protes di depan kantor Bawaslu RI, Jakarta. Dalam orasinya, ia memberikan penilaiannya terkait gelaran Pemilu 2019.

Pensiunan tinggi militer ini, seperti dirangkum dar laman Viva.co.id pada Rabu (22/5/2019), dengan tegas menyatakan bahwa Pemilu kali ini adalah yang paling kentara kecurangannya. Ia berdiri tampil di depan massa lengkap dengan baret ungu di kepala yang merupakan warna khas anggota Marinir.

“Pemilu sekarang ini pemilu yang paling curang. Paling tidak bermartabat,” seru Suharto dalam orasinya yang disampaikan sambil berdiri di atas mobil komando pada Selasa (21/5) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Suharto mengajak para pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk terus melawan kecurangan yang terjadi. Ia juga meminta kepada aparat keamanan TNI dan Polri agar bertindak sebagai alat negara, bukannya alat pemerintah.

Baca Juga: Di Tengah Isu ‘People Power’ 22 Mei, Datang Pesan Perdamaian dari Mekkah

Suharto sendiri sudah sejak tahun 1999 pensiun. Dan sepanjang yang ia ketahui, diakuinya, pemilu serentak yang digelar tahun ini jauh lebih zalim dibandingkan dengan yang terjadi pada rezim Orde Baru. “Sekarang ini jauh lebih zalim,” ujarnya.

“Lawan! Lawan! Lawan!” seru Suharto kemudian.

Ia menilai, musuh terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang ini adalah invasi negara China yang datang ke Indonesia. Selain itu, kepolisian yang telah melanggar sumpah dan bahaya ideologi komunisme juga menjadi musuh yang harus dilawan Indonesia saat ini.

Jika kondisi ini terus terjadi tanpa dapat diatasi, maka ke depannya rakyat justru akan menjadi pelayan di negaranya sendiri. “Ingat kalau lepas 2019 ini, maka tahun 2024, 2029 dan seterusnya kita menjadi jongos di republik ini. Oleh karenanya ada dua pilihan, bangkit atau punah,” tegas Suharto.