Semangat Keberagaman, Universitas Kristen Indonesia Gelar Silaturahmi Buka Puasa Bersama


SURATKABAR.ID – Acara berbuka puasa bersama digelar oleh keluarga besar Universitas Kristen Indonesia. Acara tersebut ikut dihadiri oleh pimpinan, dosen, karyawan, para tokoh masyarakat, hingga warga sekitar kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Acara itu digelar di Graha William Soeryadjaya, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jalan Mayjen Sutoyo No 2 Kampus UKI Cawang, Jakarta Timur, Selasa (21/05/2019).

Melansir reportase Grid.ID, Selasa (21/05/2019), acara buka puasa bersama ini memang sudah rutin digelar di setiap tahunnya. Dan kali ini acara tersebut mengambil tema “Merawat Ukhuwah Wathaniyah Dalam Bingkai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Diketahui, acara tersebut dibuka oleh rektor Universitas Kristen Indonesia Dr. Dhaniswara K. Harjono,S.H.,M.H,.M.B.A.

Dalam pidato sambutannya rektor Universitas Kristen Indonesia menyampaikan rasa syukur karena kampus yang dipimpinnya kembali dapat mengadakan acara buka puasa bersama dengan seluruh civitas akademika serta masyarakat sekitar kawasan kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur.

Baca juga: Sampaikan Pesan Kebangsaan, BJ Habibie: Hindari Tindakan yang Mempertajam Perpecahan

“Puji syukur di hari ini di tempat ini kita sama-sama menikmati berbuka puasa bersama dengan adik-adik sekalian,” ungkap Dr. Dhaniswara K. Harjono,S.H.,M.H,.M.B.A.

Selain itu, Rektor UKI sempat menyinggung tentang sikap toleransi, ia berpesan agar masyarakat Indonesia menjaga dan menjalankan toleransi dengan baik bahkan menggunakan hati yang tulus dan ikhlas.

Mengedepankan Semangat Pancasila

Kilas balik pada acara tahun lalu, Universitas Kristen Indonesia juga sempat menggelar aksi donor darah dan buka puasa bersama dengan tema “Merajut Silaturahmi dalam Kemajemukan” di Auditorium Grha William Soeryadjaya, UKI Cawang (28/05/2018).

Dikutip dari situs resmi kampusnya, reporter.uki.ac.id, acara ini dihadiri oleh rekan-rekan media, tokoh masyarakat di kelurahan Cawang, serta karyawan/ti UKI yang beragama Islam.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik UKI, Dr. Wilson Rajagukguk, M.SI., MA, saat itu disampaikan bahwa UKI memang merupakan universitas yang berlandaskan iman Kristiani, namun selalu mengedepankan semangat Pancasila, khususnya semangat persatuan bangsa.

“UKI merupakan kampus Pancasila yang terbuka untuk semua agama, suku dan ras. UKI terbuka bagi semua golongan, semua boleh kuliah di sini,” beber Dr. Wilson.

Sebelum berbuka bersama, tausiyah kebangsaan yang sangat menarik sempat disampaikan oleh KH. Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril. Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal ini turut menghangatkan suasana di tengah umat Kristen dan Islam yang hadir saat itu.

Gus Nuril dalam tausiyahnya menyebutkan, politik menjadi salah satu penyebab gaduhnya suasana keberagaman di Indonesia.

“Gaduhnya suasana keberagaman di Indonesia itu disebabkan oleh politik. Negara hancur karena adanya politik, perseteruan, dan umat yang saling berebut kekuasaan. Para generasi muda sebaiknya berani tampil ke depan, memiliki jiwa patriotisme dan cinta tanah air. Seluruh umat beragama di Indonesia dapat saling menolong dan menciptakan kedamaian, sebab kita hidup di negara dengan satu tujuan yang sama,” tukas Gus Nuril.

Yang menarik, Gus Nuril juga mengajak para tamu yang hadir saat itu melantunkan lagu Malam Kudus, serta selawat senada dengan lagu rohani umat Kristen tersebut. Alhasil, para tamu yang hadir ikut terhanyut dalam lantunan syahdu yang dibimbing Gus Nuril tersebut.