Selidiki Kasus Pengadaan Kapal KKP, KPK: Kerugian Negara Lebih dari Rp 100 M


SURATKABAR.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengidentifikasikan nilai kerugian yang diterima negara lantaran kasus digaan korupsi pengadaan kapal di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurut identifikasi sementara, lembaga antirasuah menduga kasus tersebut merugikan keuangan negara hingga lebih dari Rp 100 miliar.

“Dalam kasus ini kerugian keuangan negaranya juga sangat besar ya. Dari identifikasi yang sudah dilakukan ini lebih dari Rp 100 miliar dugaan kerugian keuangan negaranya,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah ditemui di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/5) malam, dikutip dari Jawapos.

Seperti yang diketahui, KPK saat ini tengah mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan kapal. Namun demikian, lembaga yang berada di bawah pimpinan Agus Rahardjo ini belum memberikan pengumuman secara resmi terkait perkara maupun pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Alasannya, KPK menilai masih perlu dilakukan pendalaman kasus yang diduga menjerat elite di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Oleh karena itu, tim penyidik KPK berupaya terus mengumpulkan bukti sebanyak-banyaknya demi memperkuat hasil penyidikan.

“Kami harus sangat cermat dan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin dan sekuat mungkin,” tutur Febri dengan tegas.

Baca Juga: KPK Geledah Kantor Dirjen di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ada Apa?

Dalam proses pengumpulan bukti kasus tersebut, setidaknya tim penyidik telah menggeledah lima lokasi, terhitung sejak Kamis (16/5) hingga Senin (20/5) kemarin.

Pada Kamis, tim menggeledah Kantor Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lalu keesokan harinya, Jumat (17/5), tim penyidik melakukan penggeledahan di Kantor PT Daya Radar Utama yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta.

Sementara pada Senin (20/5), tim penyidik menggeledah dua rumah milik dua direksi PR Daya Radar Utama dan satu rumah lagi milik pejabat KKP. Ketiga rumah tersebut masing-masing berlokasi di Menteng, Grogol, dan Bekasi.

Dan dari tindakan penggeledahan di sejumlah lokasi tersebut, tim penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Untuk dokumen dan barang bukti elektronik yang disita berupa hard disk, compact disk, dan lainnya yang terkait dengan pengadaan kapal.

“Nanti hasil penggeledahan itu akan dipelajari lebih lanjut,” ungkap Febri.