Terbongkar! Tur Jihad Jakarta Ternyata Bukan untuk Aksi 22 Mei, Tetapi…


SURATKABAR.ID – Polda Jawa Timur masih terus melakukan pemeriksaan terhadap empat orang penyelenggara Tur Jihad Jakarta yang sebelumnya sempat viral karena diduga memiliki peran penting dalam Aksi 22 Mei 2018.

Seperti yang dilansir dari laman JPNN.com pada Selasa (21/5/2019), promo paket perjalanan tersebut diduga untuk memobilisasi massa aksi yang berasal dari Jawa Timur untuk turun ke Aksi 22 Mei 2019 esok di Jakarta.

Meski telah meminta maaf ke masyarakat, namun demikian aparat kepolisian tetap memeriksa penyelenggara Tur Jihad Jakarta, yakni Muhammad Rony beserta AF, C, dan rekan lainnya. Keempatnya diperiksa oleh tim gabungan Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jatim.

“Ada tiga paket ditawarkan tur tersebut. Pertama, perjalanan menggunakan bus besar berkapasitas 50 orang dengan tarif Rp 450 tibu per orang. Kedua, menggunakan bus mini berkapasitas 30 orang bertarif Rp 400 ribu per orang. Ketiga, menggunakan mini bus untuk 12 orang bertarif Rp 600 ribu per orang,” jelas Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.

Baca Juga: Imbau Anggotanya Tak Ikut Gerakan 22 Mei, Muhammadiyah Juga Singgung Soal Aparatur Keamanan

Dari paket Tur Jihad Jakarta, keempat orang yang diperiksa tersebut berhasil mengumpulkan pendaftar sebanyak 40 orang, 36 di antaranya telah menyetorkan biaya.

Sebelumnya, Muhammad Roni yang didampingi rekannya mengaku sebagai inisiator dari paket perjalanan tersebut. Namun di hadapan awak media, Roni berkilah dengan mengatakan bahwa paket tur yang ia buat adalah paket perjalanan belanja ke Pasar Tanah Abang dan mengunjungi Masjid Istiqlal.

Adapun paket perjalanan Tur Jihad Jakarta dari Surabaya ini sejak beberapa waktu lalu bersamaan dengan aksi bela kedaulatan rakyat yang rencananya akan digelar pada 22 Mei 2019 esok, tersebar melalui media sosial.

Menurut informasi, rombongan paket Tur Jihad akan bertolak dari Surabaya menuju Ibu Kota Jakarta pada Minggu (19/5) dan pada Kamis (23/5) mereka pulang dari Jakarta ke Surabaya.