Haruskah Timnas Indonesia Dilatih Jose Mourinho?


Hampir bersamaan dengan resmi dicabutnya sanksi pembekuan PSSI oleh pemerintah, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mengungkapkan suatu pernyataan yang langsung disambut oleh banyak pihak tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, yaitu wacana mendatangkan Jose Mourinho untuk melatih Tim Nasional Indonesia.

Secara resmi memang belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, akan tetapi Imam Nahrawi membersitkan bahwa ada keinginan untuk mendatangkan pria yang berjuluk The Special One tersebut ke Indonesia dan melatih Timnas agar mampu bersaing dengan tim sepakbola nasional negara-negara lainnya.

Sampai saat ini, prestasi sepakbola Indonesia di kancah internasional masih di atas peringkat 180 an ke atas dan dibutuhkan lebih dari sekadar latihan dan latihan saja agar dapat mendongkrak prestasi tersebut, setidaknya ke peringkat 30 besar dunia.

Dengan memandang semakin merosotnya prestasi sepakbola Indonesia tersebut, maka bukan suatu hal yang cukup mengada-ada jika Imam Nahrawi ingin mendatangkan mantan pelatih Inter Milan, Real Madrid dan Chelsea itu.

Walaupun banyak orang yang menganggap bahwa wacana itu adalah ‘angin surga’ karena dapat memberikan sesuatu yang cukup menggembirakan jika ternyata benar-benar terjadi, akan tetapi tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa apa yang diharapkan oleh Imam Nahrawi hanya sekadar mimpi di siang bolong saja.

Memang sampai saat ini, setelah dipecat oleh Chelsea karena membuat The Blues sempat terpuruk, Mourinho tidak menjadi pelatih tim sepakbola manapun alias menganggur. Hal inilah yang coba dimanfaatkan oleh Menpora dengan menggandengnya untuk melatih Timnas Indonesia.

Bahkan, Menpora juga sudah mencoba mencari tahu berapa harga kontrak Mourinho dalam setahun ke berbagai pihak, salah satunya adalah Erick Thohir. Kabarnya, harga kontrak Mourinho dalam setahun mencapai kurang lebih Rp 250 miliar. Jumlah yang cukup fantastis, bukan?

Berkaca pada hal tersebut, bagi pihak yang kontra mengatakan bahwa bukan suatu jaminan bahwa dengan datanganya Mourinho ke Tanah Air maka dapat mengubah dan memperbaiki prestasi dan mengangkat ranking Indonesia di dunia internasional.

Tidak hanya orang awam saja, seorang artis, Joshua Suherman, juga mengatakan hal senada bahwa memang ada sisi bagus jika berhasil mendatangkan Mourhino ke Tanah Air, akan tetapi lebih bijak jika uang untuk kontrak tersebut digunakan untuk membina talenta muda karena sebenarnya Indonesia memiliki banyak pemain bola potensial hanya sayangnya tidak banyak yang terdeteksi oleh para pencari bakat.

Ditambah lagi, dengan kekeraskepalaan Mourinho yang cukup ‘melegenda’ sampai sekarang, apakah nantinya dia akan tunduk atau malah berontak dengan birokrasi ruwet terkait sepakbola di Tanah Air. Seperti yang diketahui, dari tahun ke tahun banyak sekali konflik yang terjadi di kubu PSSI sendiri sebagai pemegang otoritas tertinggi sepakbola Indonesia. Banyak pihak yang bersaing untuk menguasai PSSI dan memasukkan unsur politik di dalamnya.

Memang bukan menjadi suatu hal yang mengherankan karena magnet sepakbola di Indonesia layaknya gudang uang yang akan selalu mengalir bagi mereka yang berada di posisi atas dan menjabat sebagai pembuat regulasi. Bahkan sampai muncul istilah bahwa atmosfer sepakbola Indonesia sudah berubah dari hiburan rakyat menjadi ajang politik praktis dan bisnis.

Kembali ke masalah wacana Menpora dan Mourinho, menurut pendapat banyak orang yang beredar di berbagai forum, media atau di jejaring sosial, langkah mendatangkan The Special One ke Tanah Air untuk melatih Timnas Indonesia tersebut adalah langkah instan yang tidak perlu dilakukan karena hanya akan menghambur-hamburkan uang negara dengan hasil prestasi yang tidak cukup signifikan.

Menurut Anda sendiri, apakah wacana Menpora mendatangkan Mourinho adalah suatu langkah baik ataukah harusnya dikaji ulang terlebih dahulu?