Ditemukan Tewas Mengenaskan di Parit, Pelajar SMP Ini Sempat Berkirim Pesan ke Kakaknya. Isinya…


SURATKABAR.ID – Warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat Wiwik Wulandari. Jasad siswi SMP Negeri 4 Lubuklinggau tersebut ditemukan di parit pada Jumat (17/5) siang sekitar pukul 13.10 WIB.

Keluarga korban yang memang sejak siang berupaya mencari keberadaan Wiwik sontak dibuat terkejut saat anggota polisi dari Polres Lubuklinggau membuka kantong jenazah yang berisi tubuh tak bernyawa pelajar SMP tersebut.

Menurut dugaan, Wiwik adalah korban oembunuhan, karena ditemukan bekas luka tusuk pada bagian perutnya. Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono yang didampingi Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Suryadi bergegas turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung di lokasi penemuan mayat.

“Saya sudah melihat lokasi. Kita lihat ada tiga tusukan di bagian perutnya,” ujar AKBP Dwi Hartono, dikutip dari laman Tribunnews.com pada Sabtu (18/5/2019).

“Visumnya merupakan korban kekerasan. Tapi korbanseksual belum ada mengarah ke sana. Anggota kita dari Reskrim dan Polsek sudah melakukan olah TKP dan identifikasi,” jelasnya kemudian.

Baca Juga: Penuh Drama, Begini Detik-Detik Tertangkapnya Pelaku Mutilasi di Malang

Tewasnya Wiwik Wulandari, siswi SMP Negeri 4 Lubuklinggau tentu membuat orangtuanya sangat terpukul. Bachtiar, orangtua gadis berusia 13 tahun tersebut meminta pihak kepolisian segera mengungkap otak pelaku oembuhunan putri kesayangan merka.

“Kami sebagai orangtua meminta secepat mungkin, agar kalau sudah ketangkap agar dihukum seberat-berat mungkin,” ujarnya.

Ia mengaku tak mendapatkan firasat apa pun mengenai kebergian sangbuah hati. Bachtiar mengatakan kali terakhir berkomunikasi dengan Wiwik pekan lalu. Ketika itu ia menanyakan kabar kedua putrinya.

“Seminggu lalu nelepon biasa. Ngobrol menanyakan kesehatannya dan ayuknya (kakaknya),” ungkap Bachtiar.

Teti Sutrisnawati (24), kakak korban, yang ketika disambangi di rumah duka Jalan Cianjur RT 07, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau utara II, terlihat begitu terpukul. Wiwik yang merupakan anak paling bontot dari enam bersaudara memang tinggal bersamanya.

Orangtua mereka memang telah berpisah. Teti dan Wiwik selama ini tinggal di Jalan Mahoni Blok B RT 05, Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Ia tak pernah menyangka adik kesayangannya itu akan pergi secepat ini.

Wiwik, diakui Teti, selama bulan Ramadan selalu pulang siang hari. Teti mengaku tadi pagi berpisah dengan adiknya Wiwik sekitar pukul 07.15 WIB, sama-sama mengendarai ojek. Sementara Teti berangka untuk bekerja di pabrik roti Pogo, Wiwik berangkat menuju sekolahnya.

“Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB Wiwik mengirim pesan via Facebook. ‘Yuk?’ Kemudian baru saya balas pukul 12.00 WIB mengatakan ‘Ayuk hari ini pulang sore’. Kemudian setelah itu, chat tidak balas lagi,” jelas Teti.

Dan pada sore harinya, sekitar pukul 16.30 WIB, ada keluarga di Kelurahan Kayu Ara yang menyampaikan kabar duka bahwa Wiwik adiknya tewasdibunuh. Pihak keluarga mengetahui hal tersebut usai melihat video yang beredar di Facebook.

“Kemudian datang ke Rumah Sakit Sobirin, sampai di Sobirin pas melihat kantung mayat dibuka ternyata benar itu adik saya,” ungkapnya.

Teti menyebutkan jika sang adik selama ini baik-baik saja tak pernah mengeluh masalah apa pun. Ketika berkumpul, mereka berdua memang jarang mengobrol. Namun ia selalu menanyakan jika ada kebutuhan sang adik yang kurang.

“Tiap malam biasa kami nonton dan main HP. Habis itu kami tidur. Pagi dia berangkat sekolah, saya kerja,” jelas Teti.