Santunan Tak Kunjung Cair Sejak Jatuh Sakit Hingga Meninggal, Begini Kisah Pilu Linmas KPPS Asal Jombang


SURATKABAR.ID – Duka yang mewarnai Pemilu 2019 seolah tak kunjung selesai. Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang gugur di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, lagi-lagi bertambah.

Kali ini, seperti dilansir dari laman JPNN.com, pada Sabtu (18/5/2019), datang dari seorang anggota Linmas yang bernama Rokimin. Ia meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan akibat ambruk ketika menjaga tempat pemungutan suara (TPS).

Rokimin semenarnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit hingga rawat jalan. Dan ironisnya, meski sudah mengakukan untuk mendapat santunan biaya berobat, namun hingga menghembuskan napas terakhir, kelaurga Rokimin tak mendapat sepeser santunan pun.

Suasana duka masih lekat menyelimuti kediaman Rokimin  di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. Pria berusia 54 tahun ini wafat dengan meninggalkan seorang istri serta tiga buah hatinya yang masih sangat kecil.

Korban adalah salah satu linmas Pemilu 2019 yang bertugas menjaga TPS 10 Desa Kesamben. Kepergian Rokimin sontak membuat istri syok. Muslikah, istri Rokimin, mengungkapkan bahwa ketika hari pencoblosan berlangsung, sang suami tetap menjalankan tugas berjaga.

Baca Juga: Ketika Ani Hasibuan Dipolisikan Lantaran Artikel ‘Gugurnya KPPS Pembantaian Pemilu’

Bahkan Rokimin tak dapat beristirahat hingga proses penghitungan rampung. “Akibatnya saat mengawal pengiriman kotak suara dari TPS ke kantor desa, Rokimin tiba-tiba jatuh pingsan,” ungkap Muslikah.

Usai mendapatkan perawatan di rumah sakit, Rokimin akhirnya diperbolehkan pulang dengan tetap melakukan rawat jalan. Malang, kondisinya tiba-tiba memburuk hingga ia sempat kehilangan kesadaran. Ia pun kembali dilarikan ke rumah sakit.

Namun nyawanya tak tertolong. Rokimin pun menghembuskan napas terakhir pada Kamis (16/5) malam.

Menanggapi hal tersebut, Panwascam Kecamatan Ngoro Lukman Hakim, menambahkan, sejak mulai jatuh sakit, Rokimin sebenarnya sudah didaftarkan ke KPU Jombang untuk menerima santunan. Tetapi hingga meninggal dunia, santunan yang dijanjikan KPU tak juga cair.

“Saya berharap KPU segera memberi santunan kepada istri dan anak-anak Rokimin,” ujar Lukman.

Dengan meninggalnya Rokimin, petugas pemilu yang meninggal dunia di Jombang kini tercatat menjadi tiga orang. Mereka adalah bagian gudang logistik KPU M. Iqbal, KPPS 02 Desa Kepanjen Kecamatan Jombang Sunarko, dan terakhir Rokimin.