Andi Arief: Kekalahan Itu Menyakitkan, Apalagi Berkali-Kali


SURATKABAR.ID – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melontarkan pernyataan pedas bernada sindiran melalui akun media sosial Twitter pribadi miliknya, @AndiArief_. Dalam postingannya ia menyebut soal kekalahan. Ditujukan untuk Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto kah?

Meski tidak menyinggung nama seseorang dalam pernyataan tersebut, namun seperti yang dirangkum dari laman CNNIndonesia.com pada Sabtu (18/5/2019), Andi menuliskan kekalahan adalah satu hal yang sangat menyakitkan. Terlebih lagi jika hal itu terjadi berulang-ulang.

Kekalahan itu memang menyakitkan, apalagi berkali-kali,” tulis Andi melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat (17/5).

Andi memang tidak menuliskan nama seseorang di dalam cuitan tersebut, namun tak sedikit yang merasa jika pernyataan itu memang merujuk kepada Capres Prabowo SUbianto. Hal itu sangat jelas terlihat di kolom komentar. Cukup banyak yang meninggalkan jejak dengan kata-kata pedas.

Bahkan, ada salah satu pengguna Twitter yang membalikkan keadaan dengan menuding bahwa pernyataan Andi tersebut semakin memperjelas sikap Partai Demokrat, yakni akan bergabung dengan Koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Angka Kemenangan Merosot dari 62 ke 54 Persen, Begini Penjelasan BPN

Mendingan kalah terhormat daripada jadi pengkhianat demi jabatan,” komentar pemilik akun Twitter dengan nama @ViviTanxx.

Andi sendiri tidak menanggapi sindiran nyelekit yang masuk dalam kolom komentarnya. Ia malah kembali mencuitkan hal lain yang juga berisi nada sindiran. Sama seperti sebelumnya, lagi-lagi ia tak menyebutkan nama seseorang.

Kalau kita kalah, periksa diri sendiri kenapa bisa terjadi. Jangan-jangan memang kita tidak tahu bagaimana memenangkan pertarungan,” tulis Andi tak lama beselang dari cuitan sebelumnya.

Beberapa jam sebelumnya, Andi juga menuliskan cuitan berisi ungkapkan bahwa dirinya pernah mempertemukan Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana guna membicarakan persatuan pada tahun 2009 lalu. Unggahan tersebut kemungkinan merujuk pada momen Pilpres 2009.

Ketika itu Prabowo merupakan calon wakil presiden yang mendampingi Capres Megawati Soekarnoputri. Namun sayang, pasangan Mega-Prabowo tak berhasil mengalahkan pasangan SBY-Boediono yang terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2009-2014.