Berisi 3 Poin Penting, Fadli Zon Ungkap Hal Mengejutkan di Balik Surat Wasiat Prabowo


SURATKABAR.ID – Andre Rosiade selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan, surat wasiat yang ditulis oleh capres 02 Prabowo Subianto akan segera dirilis. Disebutkan Andre, surat wasiat yang berisi tiga poin penting tersebut akan terbit sebelum penetapan hasil Pilpres 2019 oleh KPU pada 22 Mei nanti. Selain itu, Fadli Zon juga mengungkap makna di balik surat tersebut.

Menukil laporan CNNIndonesia.com, Jumat (17/05/2019), wasiat dari Ketua Umum Gerindra tersebut memuat tiga pesan penting. Kata Andre, pesan itu memang ditujukan untuk BPN dan seluruh masyarakat yang mendukung pasangan calon 02 Prabowo-Sandiaga.

“Insyaallah sebelum tanggal 22 Mei akan ada surat itu,” ujar Andre saat dihubungi awak pers melalui telepon, Kamis (16/05/2019).

Diimbuhkan Andre, terdapat tiga poin penting yang diutarakan Prabowo dalam surat wasiatnya. Pertama yakni berkenaan dengan panduan untuk BPN dalam menyikapi hasil Pilpres ke depan.

Kedua yaitu imbauan untuk masyarakat dalam menyikapi hasil Pilpres 2019 nanti.

Baca juga: Kunjungi Megawati, Mahfud MD Bahas Isu People Power dan Rekonsiliasi

“Dan yang ketiga memastikan Prabowo ke depan itu akan tetap bersama rakyat,” ucap Andre.

Kendati demikian, Andre belum mengetahui detail keseluruhan surat wasiat yang dimaksud. Dia lantas meminta kepada semua pihak agar sabar menunggu.

“Tapi untuk detail belum ya. Tunggu tanggal mainnya,” sebutnya lagi.

Sebelumnya, Prabowo menuturkan akan mengumpulkan sejumlah ahli hukum untuk menulis surat wasiat. Hal ini dikatakan Prabowo saat berpidato dalam acara paparan dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (15/05/2019) kemarin.

Diketahui secara umum, surat wasiat memang identik dengan kematian. Biasanya, surat wasiat ditulis oleh seseorang untuk menentukan siapa yang akan mengurusi harta atau pesan-pesan tertentu yang ditinggal dari empunya surat jika nantinya ia tutup usia.

Fadli Zon Sebut Prabowo Siap Mewakafkan Diri

“Saudara-saudara sekalian setelah sore ini saya ke Kertanegara saya akan kumpulkan ahli hukum dan buat surat wasiat,” tandas Prabowo Selasa (14/05/2019) sore, dilansir dari Detik.com.

“Saudara-saudara sekalian, setelah ini, sore hari ini, saya ke Kertanegara. Saya akan kumpulkan ahli hukum, saya akan membuat surat wasiat saya,” sahut Prabowo dalam pidatonya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/05/2019).

Makna di balik surat wasiat yang ditulis Prabowo juga pernah dijelaskan oleh Fadli Zon. Menurut Fadli, surat wasiat itu ialah tanda Prabowo siap mewakafkan dirinya untuk rakyat.

“Artinya, Pak Prabowo sudah menyerahkan, mewakafkan dirinya, hidupnya untuk kepentingan rakyat. Disampaikan oleh Pak Prabowo akan timbul dan tenggelam bersama rakyat,” beber Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/05/2019).

Fadli juga mengungkapkan Prabowo siap mengabdikan dirinya untuk rakyat. Prabowo, sambungnya, mementingkan negara di atas segalanya.

“Kalau beliau mewasiatkan, itu artinya dia sudah mau meninggalkan, yang penting adalah kepentingan negara, kepentingan rakyat, apalagi dalam hal ini masyarakat dan rakyat yang memilih Prabowo-Sandi,” tukasnya lagi.

Jadi Haluan dalam Melangkah

Sementara itu, Sandiaga menyebutkan surat wasiat yang ditulis Prabowo jadi haluan melangkah bagi jajaran capres-cawapres nomor urut 02. Ketika ditanya apakah surat wasiat itu merupakan surat kuasa kepada para ahli hukum menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), Sandiaga tak menjawab dengan lugas.

Namun ia menandaskan tindakan-tindakan yang dilakukan kubu Prabowo dalam menyikapi Pilpres 2019 itu masih berada dalam koridor hukum. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil tersebut adalah ikhtiar untuk memperbaiki demokrasi di Indonesia.

“Yang dapat kita yakinkan kepada semua rakyat Indonesia apa yang kita lakukan semua dalam koridor konstitusi, semua dalam koridor hukum. Dan insyaallah ini berjalan damai, ini jalannya yang memperbaiki pilar demokrasi kita dan kita berikhtiar demi kebaikan bangsa,” beber mantan wakil gubernur Jakarta tersebut di kawasan Pinang Ranti, Jakarta Timur, Selasa (14/05/2019).