Bukan Tanpa Sebab, Ini Alasan Kurma Dianjurkan untuk Buka Puasa


SURATKABAR.ID – Kurma merupakan salah satu buah yang kepopulerannya terus meningkat. Apalagi di perayaan hari-hari besar Islam. Selama bulan Ramadan ini misalnya, kita bisa dengan sangat mudah menjumpai buah super ini di atas meja makan, terutama di waktu buka puasa.

Memang banyak keluarga Muslim yang sengaja berburu kurma di pasar untuk kemudian dinikmati bersama keluarga tercinta di rumah. Dan ternyata mengonsumsi kurma bukan cuma soal selera. Karena ternyata ada anjuran Rasulullah SAW juga.

Seperti yang dilansir dari laman Republika.co.id, pada Kamis (16/5/2019), beliau bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Daud dan Tirmidzi:

“Apabila seorang dari kalian berbuka puasa, maka hendaklah dia berbuka dengan kurma. Sesungguhnya, kurma itu adalah (mengandung berkah). Apabila tidak mendapatkan kurma, maka hendaklah dia berbuka dengan air. Sesungguhnya air itu suci.”

Sementara itu, Imam Bukhari meriwayatkan sabda Rasulullah: “Barang siapa memakan tujuh butir kurma ajwah di pagi hari, maka racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu.”

Baca Juga: Wow! Tak Hanya Sumber Energi, Ini Manfaat Menyehatkan Lainnya dari Kurma Si Buah Super

Kurma yang memiliki nama ilmiah Phoenix dactylifera ini menyimpan beragam keistimewaan jika ditilik dari perspektif gizi. Hal tersebut seperti yang dikutip dari buku berjudul Kurma: Khasiat dan Olahannya hasil karya Suyanti Satuhu.

Lantaran kandungan kalium dan asam salisilat di dalamnya, kurma dipercaya dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Kedua zat ajaib tersebut berfungsi untuk meredakan nyeri.

Hal istimewa lain yang dimiliki kurma adalah tingginya kandungan gula, yakni antara 70 hingga 80 persen. Dengan mengonsumsi kurma dipercaya dapat mengurangi risiko serangan stroke, mengurangi demam, serta menambah energi ketika seharian harus menjalankan ibadah puasa.

Dijelaskan Satuhu, setiap orang membutuhkan asupan energi sebanyak 25 kkal/kg berat badan setiap harinya. Dan untuk aktivitas fisik sehari-hari, kita memerlukan tambahan energi sebanyak 30 persen dari energi basal.

Pada saat kita berpuasa, energi tubuh akan berkurang hingga 30 persen. Maka secara otomatis tubuh akan menyerap cadangan asupan gula yang disimpan dalam sel-sel untuk mengganti energi yang hilang karena aktivitas harian.

Maka dari itu, di saat berbuka puasa tubuh sangat membutuhkan energi ‘instan’. Energi yang dibutuhkan tubuh adalah makanan dengan kandungan gula sederhana yang dapat dengan cepat dikonvensi menjadi energi. Itu bisa Anda dapatkan pada kurma.

Selain itu, kurma juga mengandung antioksidan, zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium memiliki manfaat menakjubkan bagi kesehatan tubuh. Kalium sendiri dipercaya dapat mencegah serangan stroke. Kurma mengandung sebanyak 666 mg kalium setiap 100 gram berat kering.

Fosfor di dalam kurma berguna mengembalikan fungsi kelenjar tubuh dan juga merupakan nutrisi penting bagi otak. Magnesium dalam kurma berfungsi menghambat penuaan. Kemudian asam nikotin (niasin) dan serat di dalamnya sangat bagus untuk proses pembuangan.

Masih ada pula kangungan serat pangan (dietary fiber) dalam kurma yang berguna menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Anda tak perlu menjadi gemuk ketika mengonsumsi buah ajaib ini karena kurma mengandung lemak tak jenuh.

Dengan sekian banyak kebaikan di dalamnya, tak heran kurma sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Apalagi bagi mereka yang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Sudahkah Anda menyiapkan kurma di meja makan untuk berbuka nanti?