Penuh Drama, Begini Detik-Detik Tertangkapnya Pelaku Mutilasi di Malang


SURATKABAR.ID – Aksi jajaran Polres Malang Kota meringkus Sugeng, terduga pelaku mutilasi di Pasar Besar Malang pada Rabu (15/5) kemarin diwarnai dengan drama. Tak jauh berbeda dengan film bergendre thriller garapan sutradara terkenal Hollywood.

Seperti dilansir dari laman JPNN.com pada Kamis (16/5/2019), Sugeng ditangkap oleh jajaran kepolisian berkat petunjuk awal yang ditemukan di telapak kaki korban. Di salah satu telapak kaki korban ada tato permanen bertuliskan nama ‘Sugeng’.

Bersama anjing pelacak, polisi sempat menyisir daerah yang diduga menjadi lokasi tersangka berada. Namun ketika itu terduga tersangka sedang tidak ada di tempat.

“Anjing pelacak sempat menggonggong di lokasi yang kami duga. Namun awalnya belum ketemu (terduga),” ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi.

“Penyidik melakukan penyelidikan di beberapa lokasi, termasuk di daerah Jodipan. Di sana ditemukan di sebuah rumah warga, tulisan yang sama (karakteristiknya) dengan tulisan di TKP,” imbuh Asfuri.

Baca Juga: Kasus Mutilasi di Malang, Pelaku Tinggalkan Pesan Misterius di Telapak Kaki Korban. Ini Isinya

Usai mengumpulkan petunjuk awal dan mengantongi ciri-ciri terduga pelaku, polisi berbekal dengan bau dari pakaian yang ditemukan oleh aparat kepolisian di TKP, anjing pelacak pun mulai beraksi menunjukkan kebisaannya.

“Berdasarkan penciumannya, anjing pelacak menuju ke lokasi di daerah sekitar tempat kremasi mayat Panca Budi. Di sana anjing berhenti, namun pada saat itu belum ada yang diduga sebagai pelaku,” jelas Asfuri.

 

Bukan itu saja. Petugas yang bertanggung jawab untuk menyisir di daerah Klentheng Eng An Kiong, Martadinata mendapati ada seseorang yang tengah tertidur. Setelah itu anggota dari Polres Malang Kota pun langsung melakukan interogasi terhadap orang tersebut.

“Oleh anggota kami, dipanggil nama (Sugeng) tersebut. Kemudian langsung yang bersangkutan menyahut. Anggota pun menginterogasi,” jelasnya.

Kepada polisi Sugeng mengaku bahwa dirinya adalah pelaku di balik aksi mutilasi yang menggegerkan di Pasar Besar Malang. “Kami mengundang psikolog maupun psikiater untuk membantu investigasi lebih lanjut terduga pelaku ini,” ujar Martadinata tegas.