Jamin Prabowo Tak Akan Ajukan Gugatan ke MK, Fadli Zon: Sia-Sia


SURATKABAR.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan Calon Presiden Prabowo Subianto yang menolak hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menjadi tanda bahwa ada begitu banyak persoalan serta kecurangan di dalam pesta demokrasi tahun ini.

Fadli, seperti yang diwartakan JPNN.com pada Rabu (15/5/2019), menegaskan bahwa Prabowo juga sengaja memberikan ruang agar proses pemilu, termasuk penghitungan suara tak terjadi aksi-aksi kecurangan.

“Intinya persoalan yang kami garisbawahi sekarang ini adalah kecurangan yang luar biasa pada saat sebelum pelaksanaan pemilu, saat pemilu, dan pascapemilu. Kecurangan ini jadi noda bagi demokrasi, dan itu yang kemarin disampaikan Pak Prabowo,” ujar Fadli ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Wakil Ketua DPR tersebut mengingatkan bahwa jalan demokrasi yang telah dipilih Indonesia justru terang-terangan dibajak dengan cara kotor dan sangat jauh dari kejujuran.

“Inilah yang menurut Pak Prabowo tidak akan bisa diterima. Jadi, untuk apa kita melakukan pemilu kalau dipenuhi berbagai macam kecurangan,” ujar Fadli.

Baca Juga: Klaim Prabowo Menang 54 Persen, BPN: Mana Datamu, Ini Dataku

Ia menilai, meski telah terjadi begitu banyak aksi nakal, namun menurut penghitungan internal yang dilakukan Badan Pemenangan Nasional (BPN), calon presiden nomor urut 02 masih mengungguli Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi kami melihat tentu hari-hari ke depan ini akan menjadi sangat krusial untuk menentukan sikap yang final terhadap hasil pemilu,” tuturnya.

Kemudian Fadli menuturkan bahwa besar kemungkinan Prabowo-Sandiaga tidak memasukkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mengajukan ke MK memang merupakan langkah prosedur yang telah diatur oleh undang-undang, namun menurutnya, hal tersebut tak pernah efektif.

Menurut pihaknya, dengan menempuh jalur menggugat ke MK adalah langkah yang sia-sia belaka. “Saya yakin Pak Prabowo dan Pak Sandi tidak akan tempuh jalan MK. Jalur MK itu adalah jalur yang dianggap oleh teman-teman itu dianggap jalur yang sia-sia,” tuturnya lebih lanjut.

Fadli menambahkan, berdasarkan dari pengalaman di masa sebelumnya, meski pihaknya telah melalui prosedur yang begitu panjang di MK, namun miris tak satu pun alat bukti yang dibuka.

“Padahal waktu itu sudah diperiksa, bahkan suda diverifikasi, sudah dipakai materai dan sebagainya. Tetapi tidak ada satu pun yang diperiksa,” pungkas Fadli Zon tegas.