Iklan Game Online Dianggap Lecehkan Guru, Netizen Langsung Respon Tegas


SURATKABAR.ID – Beredarnya sebuah iklan game online yang diianggap melecehkan guru langsung mendapat respon tegas dari netizen. Tak hanya menuai kontroversi dan protes warganet, sebagai respon, kini muncul petisi agar KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) segera hentikan penayangan iklan tersebut.

Seperti dilansir dari reportase Wartakota-TribunNews-com, Rabu (15/05/2019), di dalam iklan produk aplikasi game online yang berdurasi sekitar 30 detik itu, tampak seorang bapak guru. Sosoknya digambarkan sebagai guru yang galak alias killer dan ia sedang menulis materi pelajaran di papan tulis.

Dengan terkantuk-kantuk, para siswa terpaksa mengikutinya lantaran takut jika si guru marah kalau tidak diikuti.Mereka pun mencatat materi pelajaran tersebut. Ada juga seorang siswa yang sedang disetrap (straf, kata serapan dari Bahasa Belanda) alias diberi hukuman.

Kemudian datanglah seorang siswa yang terlambat ke kelas. Guru berkepala plontos dan berkumis langsung berubah sikap dan ekspresinya. Tak hanya melunak, sang  guru segera menghampiri anak yang terlambat dan malah membungkukkan badan tanda sangat menghormati murid tersebut.

Guru itu juga mengambil tas si murid dan membawakannya ke meja. Sedangkan murid itu dipersilakan duduk di kursinya.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Malang, Pelaku Tinggalkan Pesan Misterius di Telapak Kaki Korban. Ini Isinya

Lalu, si anak dengan santainya duduk dengan bahasa tubuh yang bisa  dibilang pongah, karena hal ini tampak dari lagaknya yang mengangkat dagu dengan air muka tertentu.

Sementara itu, teman-temannya langsung melihat ke arahnya dengan mulut ternganga serasa tak percaya lantaran merasa takjub.

Ternyata di akhir cerita, anak dihormati sang guru karena jago main game online dan sang guru itu lawan mainnya. Di akhir iklan, siswa yang terlambat itu adu main game online dengan guru killer tersebut di taman sekolah.

Muncul Petisi Netizen

Iklan ini pun menjadi ramai diperbincangkan di media sosial, hingga muncullah petisi di situs Change.org. Hingga berita ini dimuat, terlihat sudah 9.425 netizen yang telah menandatangani petisi tersebut.

Petisi itu meminta agar game online pembuat iklan Hago meminta maaf kepada publik dan menghentikan iklan terkait dari stasiun televisi. Selain itu, publik  juga meminta agar pihak  yang bersangkutan menghapus iklannya dari akun YouTube mereka.

“Munculnya iklan aplikasi game Hago di stasiun televisi di Indonesia telah menyinggung perasaan para Guru di Indonesia karena dirasa tidak pantas dan melecehkan Guru. Kami berharap dari pihak HAGO meminta maaf kepada publik dan menghentikan iklan tersebut dari stasiun televisi dan menghapus dari akun YouTube mereka https://youtu.be/OSjmhmHzYOg.

Kami juga meminta ada sikap tegas dari organisasi resmi Guru di Indonesia dan KPI terhadap iklan ini, sehingga kedepannya tidak muncul lagi iklan-iklan sejenis yang melecehkan  Guru atau juga iklan yang yang menampilkan sosok Guru melakukan sikap-sikap yang tidak pantas dan tidak sesuai norma-norma masyarakat,” demikian sebagaimana dikutip dari petisi tersebut.

Seorang netizen bernama Nanda Tresna Apresia menulis, “Mungkin yang membuat iklan tidak ada maksud untuk merendahkan. Tapi sejujurnya, saya sebagai seorang guru sangat tersinggung dengan iklan ini. Menurut saya iklan ini sama sekali tidak menarik. Apakah ada guru yang memperlakukan murid dengan sangat hormat hanya karena bermain game bersama? Mohon untuk membuat iklan yang lebih masuk akal.”

“Iklannya ga pantes..mencoreng nama baik guru..bikin rusak moral..,” ungkap warganet lainnya dengan menggunakan nama Ratih Puspitasari. Petisi tersebut dapat dilihat di tautan ini.