Tersangka yang Ancam Penggal Kepala Presiden Ternyata Berencana Menikah Setelah Lebaran


SURATKABAR.ID – Sosok pemuda bernama HS yang viral dalam video singkat lantaran mengancam hendak memenggal kepala Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) ternyata berencana menikah setelah Lebaran. Menurut sejumlah warga Palmerah Jakarta Barat, sebenarnya pria itu berperilaku baik dan aktif di Palmerah. Tak hanya warga Palmerah saja yang mengatakan demikian. Ketua RT 09/07 Palmerah Harto K Seha juga berpendapat sama. Namun meski begitu, jika HS memang terbukti bersalah, aparat diminta untuk tetap menjalankan proses hukum kepada HS.

Melansir laporan TribunNews.com, Selasa (14/05/2019), sejumlah warga mengaku kaget atas ditangkapnya HS (25) yang sebelumnya sempat menghebohkan publik akibat aksi pengancaman akan penggal kepala Presiden Jokowi. Warga baru mengetahui keterlibatan HS saat ia dibekuk oleh Polda Metro Jaya pada Minggu (12/05/2019) kemarin.

Bahkan pelaku sempat dibawa ke kediamannya guna mengambil sejumlah barang bukti.

“Tahu itu kemarin, pas dibawa sama polisi ke sini, kan pada ramai saat itu. Makanya karena penasaran nanya-nanya ternyata yang viral-viral itu,” tutur Hesti, salah satu warga setempat, Senin (13/05/2019).

Warga sekitar mengungkapkan, HS memang sudah sejak lama tinggal di kawasan tersebut. Di sana, ia tinggal bersama orangtuanya. Namun hingga saat ini, tidak diketahui di mana persisnya keberadaan orangtuanya. Selain itu, warga  mengimbuhkan bahwa HS yang sejak kecil tinggal di wilayah itu dikenal sebagai anak baik dan tak pernah membuat masalah.

Baca juga: Soal People Power, KH Ma’ruf Amin: Kapan Kita Bisa Dewasa Berdemokrasi?

“Anaknya mah baik enggak pernah macam-macam makanya kasihan juga dia bisa jadi begitu,” demikian kata salah satu tetangga.

Menurut Ketua RT 09/07 Palmerah Harto K Seha, pelaku adalah pribadi yang baik. Bahkan ia tak pernah mendengar ada kasus kejahatan yang menimpanya.

“Dia itu baik, dan aktif juga di Karang Taruna. Intinya bukan anak nakal yang suka nongkrong-nongkrong lah, kerjanya juga di bidang wakaf Alquran,” tukas Harto.

Ketua RT juga tak tahu di mana orangtuanya HS saat ini. Namun ia memperkirakan mungkin mereka tengah mendampingi anaknya yang terjerat masalah hukum.

“Dia ini memang asli anak sini, dia itu anak satu-satunya. Sekarang tinggal sama bapaknya doang semenjak orangtuanya cerai. Bapaknya kemarin sore sempat pulang terus pergi lagi mungkin lagi sibuk urusin anaknya ya saya juga enggak tahu dia dimana,” beber Pak RT.

Selain itu, terungkap juga bahwa sebenarnya HS punya rencana untuk menikah tahun ini. Namun ia mengaku tidak mengetahui persis jadwal pernikahannya.

“Iya dia memang mau menikah rencananya abis Lebaran ini atau Lebaran Haji sama orang Subang atau Cikampek saya kurang tahu pastinya, tapi yang jelas udah tunangan,” tukasnya kemudian.

Komentar Presiden Jokowi

Presiden Jokowi angkat bicara soal video viral pemuda yang mengancam akan memenggal kepalanya.

“Ini kan bulan puasa. Kita semua puasa. Yang sabar,” kata Jokowi saat dijumpai di sela-sela kegiatannya di Kabupaten Malang, Jawa Tengah, Senin (13/05/2019).

Kendati demikian. ia tahu bahwa pria itu sudah diamankan aparat kepolisian atas pernyataannya di dalam video. Ia pun menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut ke aparat kepolisian.

“Proses hukum, serahkan kepada aparat kepolisian,” sambung Jokowi kemudian.

Diketahui, Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap HS (25), pria yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo, Minggu (12/5/2019).

Usai ditangkap di Parung, Bogor, Jawa Barat, HS digiring ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu sore. HS yang beralamat di Palmerah, Jakarta Barat, ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor.

Adapun ancaman memenggal kepala Presiden Jokowi yang dilontarkan HS terjadi saat demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat Jumat (10/5/2019) siang. Tindakan ini lantas dilaporkan Relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania.

Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pelaku dikenakan pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP,” kata Argo lewat pesan singkat, Minggu.

Pasal 104 KUHP berbunyi, “Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.”

Selain dikenakan pasal makar, HS, juga dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Pasal 27 Ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE,” tukas Argo.

Jubir BPN Ikut Tanggapi

Lebih lanjut, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengakui bahwa pernyataan HS yang menggegerkan itu adalah kesalahan. Namun, dia meminta kepolisian untuk menelusuri pernyataan tersebut.

“Kalau mendengar pernyatan saudara HS itu kan pasti pelanggaran hukum karena beliau ingin memenggal kepala presiden. Tetapi kan bisa ditelusuri apakah pernyataan yang bersangkutan itu memang serius atau sebatas bercanda,” sebut Andre sewaktu  dihubungi, Senin (13/05/2019).

Andre mengingatkan kasus remaja yang videonya viral karena mengancam akan menembak kepala Jokowi. Menurutnya, kasus itu tak berbeda dengan kasus HS. Namun, kepolisian menyebut bahwa remaja pengancam Jokowi itu hanya “lucu-lucuan”.

“Untuk itu kami dorong polisi supaya menyelidiki lebih dalam. Kalau konteksnya bercanda ya menurut saya sih Presiden sebagai kepala negara bisa memaafkan yang seperti itu sih seperti memaafkan anak yang kemarin itu,” tambah Andre mengingatkan.

Dalam dua hari terakhir, media sosial dan pemberitaan digemparkan oleh rekaman seorang pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden RI. Dalam video itu, orang-orang di sekitarnya pun ikut bersorak mengamini. Dari kondisi sekitar, terlihat aksi itu terjadi di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, saat sedang ada demonstrasi pada Jumat (10/05/2019).

Tak butuh waktu lama bagi masyarakat untuk bereaksi. Keesokan harinya, Sabtu (11/05/2019), relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania melaporkan video itu. Kurang dari 24 jam, Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya langsung meringkus HS (25), pria yang ada di dalam video tersebut.

HS lalu ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (12/05/2019) pukul 08.00. Ia sembunyi setelah videonya viral. Ketika ditangkap, HS mengakui perbuatannya.

“Iya saat ditangkap dia ini mengaku khilaf,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian kepada wartawan, Minggu sore.