Tak Disangka, Takjil Favorit Sejuta Umat Ini Ternyata Buruk bagi Sistem Pencernaan


SURATKABAR.ID – Bulan Ramadhan memang selalu memiliki keistimewaan yang cukup belimpah. Tak heran kalau segalanya disiapkan demi kenyamanan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa. Salah satu persiapan yang selalu menjadi bagian penting dalam menyambut buka puasa adalah pilihan menu yang pas dilidah.

Dari sekian menu yang tersedia di meja, bukan puasa identik dengan sajian beragam menu takjil. Mulai dari makanan kecil, minuman, hingga beragam buah. Nah, salah satu takjil yang selalu menjadi favorit sejuta umat dari tahun ke tahun adalah kolak.

Seperti yang dilansir dari health.com, kolak memang masih menjadi makanan favorit sejuta umat saat berbuka puasa, terutama bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, kolak justru tidak disarankan dimakan langsung ketika waktu buka puasa tiba, kenapa?

Campuran santan dan berbagai jenis isian di dalamnya seperti pisang, singkong, labu, ketan, dll justru bisa membuat perut menjadi begah. Tak hanya itu, perbaduan berbagai macam isian kolak yang memiliki kandungan berbeda bisa menyebabkan lambung yang tengah kosong kurang siap menerima aneka jenis makanan yang masuk.

Baca Juga: Selalu Ramai Jamaah! 5 Masjid Ini Sajikan Takjil Istimewa Selama Ramadan

Seperti diketahui, begah atau perasaan kenyang berlebihan pada perut bukanlah tanda kalau gizi yang dibutuhkan tubuh telah tercukupi.  Begah dirasakan akibat lambung bereaksi dan “protes” terhadap makanan atau minuman yang masuk ke lambung.

Pakar gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) membenarkan kalau begah memang bisa saja terjadi setelah buka puasa karena kondisi di atas.  Menurutnya buka puasa jangan diawali dengan makanan berat seperti nasi dan lauk-pauknya.

Bahkan, mie dan makanan lain yang terbuat dari terigu, gandum juga tidak disarankan untuk berbuka puasa. Hal ini disebabkan karena makanan berat sulit dicerna oleh tubuh. Makanan berat untuk berbuka puasa bukanya memulihkan energi malah membuat perut begah dan menjadi tidak berenergi.

Mengingat hal tersebut, maka pakar kesehatan menyarankan agar mengawali berbuka puasa dengan makanan yang manis namun tidak berat. Salah satu rekomendasi yang dibisa dipilih untuk menjaga lambung saat berbuka puasa adalah kurma.

Berita Ini Pernah Diterbitkan di Serumpi.com dengan Judul: Jadi Takjil Favorit Sejuta Umat, Menu ini Ternyata Kurang Baik Bagi Pencernaan