Menohok! Tanggapi Gerindra Minta Maaf, Demokrat: Poyuono Bukan Orang Penting


SURATKABAR.ID – Polemik kegaduhan di dalam tubuh Koalisi Indonesia Adil Makmur masih belum sepenuhnya hilang. Setelah ribut-ribut Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono meminta Demokrat keluar dari koalisi mereka, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean lantas balik meminta Gerindra memecat waketumnya.

“Kami berharap agar Gerindra, tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Gerindra agar memecat Arief Poyuono yang tidak punya etika dalam berkomunikasi antara partai. Tak layak Arief Poyuono seperti itu. Jadi kami berharap Prabowo memecat Arief saja daripada hanya bikin buruk nama partai dan koalisi,” tegas Ferdinand kepada wartawan, Sabtu (11/05/2019).

Menanggapi respon Demokrat tersebut, Gerindra lantas meminta maaf kepada Demokrat jika ada pernyataan Poyuono yang dinilai tak baik. Seperti dilansir dari reportase Detik.com, Senin (13/05/2019), Demokrat menghormati  dan menerima permintaan maaf yang disampaikan Gerindra.

“Kami menghormati sikap Gerindra. Sejak lama sebetulnya kami melihat bagaimana Arief Poyuono ini bukan orang penting di Gerindra. Jadi dipecat tidak dipecat sebetulnya tidak terlalu berpengaruh buat kami,” ujar Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kepada wartawan, Senin (13/05/2019).

Apapun keputusan internal Partai Gerindra, Ferdinand menghormatinya. Dia mengaku hanya menyuarakan apa yang dirasakan Demokrat terhadap Arief Poyuono.

Baca juga: Ribut-ribut BPN Kian Liar, Waketum Gerindra Suruh Demokrat Keluar

“Tidak apa-apa, tidak masalah, kami hormati karena itu kedaulatan Gerindra. Tapi kami harus menyampaikan apa yang kami rasakan,” tandasnya.

Poyuono Bukan ‘Orang Penting’

Ia pun menyebut Arief Poyuono sebenarnya bukan ‘orang penting’ di Gerindra atau Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu  dikarenakan,  imbuh Ferdinand, dirinya tak pernah melihat Arief Poyuono ikut dalam rapat-rapat selama Pilpres 2019.

“Kami juga tahu ya, Arief ya gitu-gitu, karena saya tidak pernah melihat Arief di Kertanegara (rumah Prabowo) selama proses Pemilu sebagai elite Gerindra yang memperjuangan Prabowo. Jadi saya rasa dia bukan siapa-siapa di sana,” beber Ferdinand.

Sebelumnya, Ferdinand memang meminta Gerindra memecat Poyuono dari partai. Hal itu dikarenakan ia menilai ucapan Poyuono sering membuat nama partai dan koalisi semakin memburuk.

Sementara itu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria pun meminta maaf kepada Demokrat jika ada pernyataan Poyuono yang dinilai tidak pas dan tak baik. Namun, Ahmad Riza Patria tak menyatakan dengan tegas apakah akan menuruti permintaan Ferdinand terkait pemecatan waketumnya.

Ia hanya menyampaikan bahwa pernyataan Poyuono yang menginginkan Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur merupakan pendapat pribadi.

“Tentu kami atas nama partai menyampaikan mohon maaf kalau ada perkataan-perkataan dari pengurus maupun kader Partai Gerindra yang dirasa kurang pas, kurang baik dirasa oleh partai lain termasuk Partai Demokrat,” ucap Ahmad Riza Patria pada Minggu (12/05/2019).

Selain tidak mewakili partai, Ahmad Riza Patria juga menandaskan bahwa pernyataan Arief Poyuono itu juga bukan sikap dari BPN.

“Jadi terkait pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Arief Poyuono tentu itu pernyataan pribadi, bukan sikap dari Prabowo, bukan sikap dari partai Gerindra dan juga bukan sikap daripada BPN. Itu adalah pernyataan-pernyataan pribadi,” tukasnya kemudian.

Ahmad Riza Patria menyampaikan, saat ini hubungan capres 02 Prabowo Subianto dengan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjalin baik-baik  saja. Ditandaskannya, Demokrat tetap berada di Koalisi Adil Makmur.

“Jadi kami ingin menegaskan bahwa hubungan antara Pak Prabowo dan Pak SBY baik. Kemudian Gerindra dan Demokrat juga baik. Dan PD juga partai yang solid mendukung Prabowo-Sandi. PD juga partai di koalisi Adil Makmur yang memberikan kontribusi positif bagi pemenangan Prabowo-Sandi,” pungkasnya.