Diringkus Polisi, Begini Pengakuan Pemuda yang Ancam Akan Penggal Kepala Presiden


SURATKABAR.ID – Pemuda yang sesumbar mengancam akan penggal kepala Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) diam tak berkutik saat diringkus jajaran Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Pria berinisial HS itu lantas mengakui kesalahannya sewaktu dijemput aparat kepolisian.

Mengutip Liputan6.com, Senin (13/05/2019), dalam video penangkapan berdurasi 59 detik yang diunggah di akun Instagram @jacklyn_choppers, Minggu (12/05/2019), tampak polisi sempat memperlihatkan surat perintah sebelum mengamankan HS.

“Saya dari Polda Metro Jaya, Jatanras. Ada surat perintah tugas,” tandas seorang polisi dalam video tersebut.

Tak berkutik, pria berusia 25 tahun itu pun mengaku bersalah.

“Kalau yang kemarin itu jelas memang menurut saya, di situ saya memang emosional. Memang saya akui salah,” tutur HS.

Baca juga: Jokowi Dapat Ancaman Penggal Kepala, Tak Disangka Gibran Rakabuming Berikan Reaksi Begini

Mendengar pengakuan tersebut, penyidik meminta HS memberikan penjelasan lebih lanjut di kantor kepolisian.

“Begini, ini kan hanya klarifikasi dulu, sampeyan ikut,” timpal polisi.

View this post on Instagram

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus Pengancaman Pembunuhan terhadap Presiden RI yg sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam pasal : – Pasal 104 KUHP – Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE. Kejadian di Depan kantor Bawaslu RI di Jl MH. Thamrin Menteng Jakpus Pada hari Jumat tgl 10 Mei 2019 sekitar Jam 14.40 wib *Pelaku Yang Diamankan* Nama : HS Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 08-03-1994 Alamat : Palmerah Barat, Kel. Palmerah, Kec. Palmerah Melakukan pengancaman pembunuhan terhadap presiden RI dengan mengucapkan kata – kata “Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah”. Ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor pada hari Minggu, Tanggal 12 Mei 2019, pukul 08.00 WIB #jacklynupdates #jacklynchoppers #jacklynjatanras #ditreskrimum_pmj #jatanraspoldamj #tampilluarbiasa @ditreskrimumpmj @jatanraspoldamj @bagbinops_krimumpmj @humas.pmj @ar_nasution82 @adehj @polisi_indonesia @halo_polisi @kontributorjakarta @ferdiansyah_marlupy @thepolice.trans7 @suaradotcom

A post shared by Jacklyn Choppers (@jacklyn_choppers) on

Ketika dikonfirmasioleh rekan wartawan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan video penangkapan tersebut. Kini pengancam Kepala Negara RI itu harus menjalani sejumlah pemeriksaan.

Dijerat Pasal Makar

Jajaran Polda Metro Jaya telah menangkap pria berinisial HS yang diduga mengancam memenggal kepala Presiden Jokowi saat aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu, Jumat (10/05/2019) lalu. Dalam kasus ini, pria itu dijerat dengan Pasal Makar.

“(Diduga melakukan) pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata yang tak pantas, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP,” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (12/05/2019).

Selain itu, pelaku juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun Pasal 104 KUHP berbunyi, “Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana matiatau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.”

Sedangkan Pasal 27 ayat 4 UU ITE berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hakmendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.”

Dan Pasal 45 ayat 1 berbunyi, “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar Rupiah).”

Argo mengimbuhkan, pengancam Jokowi itu ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pukul 08.00 WIB Minggu (12/05/2019).