Asyik! Pegawai Swasta Juga Berhak Dapat THR, Ini Syaratnya


SURATKABAR.ID – Bulan Ramadan sudah berkurang satu pekan. Artinya hari raya Lebaran sudah tinggal sebentar lagi. Sudah pasti Tunjangan Hari Raya (THR) adalah satu hal yang paling dinantikan. Untuk apalagi kalau bukan demi memenuhi kebutuhan di hari kemenangan.

Bicara mengenai THR, ternyata tak hanya pegawai negeri sipil (PNS) saja yang berhak menerima TR, loh. Karena seperti yang dihimpun dari laman Detik.com pada Minggu (12/5/2019), pegawai swasta juga bisa mendapatkan THR. Bagaimana aturannya?

Golongan pegawai yang mendapat THR sendiri masih diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016. Hal tersebut seperti yang dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Haiani Rumondang.

Haiani Rumondang mengungkapkan, meski peraturan tersebut sudah dibuat sejak 2016, namun hingga tahun ini aturan soal pemberian THR bagi pegawai masih mengacu pada peraturan tersebut. “Iya, masih (pakai aturan itu),” jelasnya, Minggu (12/5).

Adapun di dalam aturan tersebut, lebih tepatnya seperti yang tercantum pada pasal 2 ayat 1, semua pengusaha wajib memberikan THR Keagamaan kepada setiap pekerja atau buruh yang setidaknya sudah bekerja selama 1 bulan. Untuk yang lewat masa itu, perusahaan juga berkewajiban memberi THR.

Baca Juga: Cuti Lebaran, PNS Dapat Jatah 11 Hari. Catat Tanggalnya!

Lalu di ayat 2 disebutkan aturan THR yang harus diberikan kepada pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan dengan perjanjian kerja waktu tak tertentu ataupun perjanjian kerja dalam waktu tertentu.

Terkait besaran THR, pekerja yang memiliki masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih mendapatkan THR 1 bulan upah. Sementara pekerja yang masa kerjanya 1 bulan secara terus-menerus dan kurang dari 12 bulan, THR dihitung secara proporsional sesuai penghitungan yang telah ditetapkan, yakni masa kerja dibagi 12 bulan dan dikalikan dengan 1 bulan upan.

Untuk pekerja harian lepas yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih, adapun besaran THR yang diterimanya adalah berdasarkan upah 1 bulan yang telah dihitung menurut rata-rata upah yang ia terima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sementara untuk pekerja lepas dengan masa kerja kurang dari 12 bulan, upah THR dihitung berdasarkan dengan rata-rata upah yang diterimanya setiap bulan selama masa kerja.