Dari Saddam Hussein Hingga Adolf Hitler, Begini Kisah Cinta Para Diktator Dunia yang Menarik Perhatian


SURATKABAR.ID“Kasih sayang dan kekerasan selalu berperang di hati manusia seperti malapetaka yang berperang di langit malam yang pekat ini. Tetapi kasih sayang selalu dapat mengalahkan kekerasan. Karena ia adalah anugerah Tuhan. Dan ketakutan-ketakutan malam ini akan berlalu dengan datangnya siang.” Demikian penggalan dari kata-kata mutiara tentang cinta oleh Kahlil Gibran, seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon yang tinggal dan menghabiskan masa produktifnya di Amerika.

Cinta memang bisa tumbuh di mana pun, kapan pun, dan dalam hati siapa pun, termasuk di dalam  hati  mereka yang konon keras dan bertangan besi. Dalam sejarahnya, para diktator dikenal sebagai manusia kejam yang dingin dan tak punya hati.

Namun tak banyak yang tahu, untuk urusan cinta, mereka tetap sama saja seperti manusia pada umumnya; menyimpan sisi romantisme.

Lantas, seperti apa kisah asmara para diktator dunia yang jarang dituturkan ke ranah masyarakat? Menukil reportase SindoNews.com, Minggu (12/05/2019), berikut ulasannya yang mengundang segudang rasa penasaran dan menarik perhatian.

1. Saddam Hussein

Sajida Khairallah Talfah ialah istri pertama mantan Presiden Irak, Saddam Husein. Keduanya dikaruniai lima anak, yakni dua putera (Uday dan Qusay), serta tiga puteri (Raghad, Rana dan Hala). Saddam menikahi Sajida pada 1963. Sebelum menikah dengan Saddam, Sajida berprofesi  sebagai guru.

Baca juga: Pemburu Harta Karun Bongkar Rahasia Hitler yang Mengerikan

Namun yang jarang diketahui, Ibu Negara favorit Saddam bukan istri pertamanya, melainkan istri keduanya. Ia bernama Samira Shahbandar.

Sedemikian terpikatnya Saddam dengan Samira membuatnya rela menyuap suami Samira yang terdahulu agar bersedia menceraikan istrinya. Hal itu dilakukan agar Samira jatuh ke pelukan Saddam. Tak hanya itu, saudara laki-laki Samira juga ikut dibunuh akibat berani mengkritik percintaan Saddam dan Samira.

2. Mao Zedong

Selama hidupnya, pendiri dan presiden pertama Republik Rakyat China, Mao Zedong, menikah empat kali dan memiliki setidaknya enam anak. Rumor bahkan menyebutkan ia punya anak lebih banyak lagi.

Pernikahan pertama Mao berlangsung dengan wanita yang dijodohkan kepadanya di masa kanak-kanak. Kemudian, Mao dewasa menikahuntuk kedua kalinya dengan Yang Kaihui pada 1920 saat Yang berumur 25 dan Mao berumur 27.

Namun pada 1930, Yang ditangkap oleh golongan Nasionalis dan disiksa hingga tewas. Setelah Yang meninggal, Mao kembali menikah. Kali ini dengan He Zizhen. Pernikahan ketiganya berjalan 9 tahun sebelum keduanya bercerai.

Mao memutuskan pergi ke Uni Soviet dan menetap selama 10 tahun di sana sebelum akhirnya kembali ke China. Tahun 1959, Mao ternyata kembali meminang gadis lain, Jiang Qing. Bersama Jiang Qing, Mao mempunyai seorang anak perempuan bernama Li Na.

3. Robert Mugabe

Di saat istri pertamanya Sally sedang sekarat karena kanker, mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mempersiapkan sekretaris mudanya yang bernama Grace untuk menggantikannya sebagai Ibu Negara. Bahkan sebelum Sally meninggal pada 1992, Grace telah melahirkan anak pertama dari tiga anaknya bersama Mugabe.

Meski  begitu, Grace bukan satu-satunya perempuan di luar nikah dalam hidup Mugabe. Menteri Pendidikan Tinggi Oppah Muchinguri juga mengandung anak Mugabe di waktu yang sama dengan kematian istri pertama Sally. Menurut mantan suaminya, Oppah sering dijemput di tengah malam untuk ‘pertemuan’ yang tak dijelaskan dengan Presiden.

4. Benito Mussolini

Diktator Italia Benito Mussolini menikah sebanyak dua kali. Semasa hidup, ia juga pernah menjalani hubungan dengan beberapa kekasih gelapnya. Cinta pertama dijalaninya bersama seorang dokter kecantikan Ida Dalser tahun 1909.

Hubungan kemudian berlanjut hingga jenjang pernikahan pada 1914. Mereka dikarunia seorang anak bernama Benito Albino Mussolini. Namun  pada 1915, sang fasis itu memutuskan kembali menikah, kali ini dengan Rachele Guidi.

Dari pernikahan tersebut, Mussolini memiliki tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. Di akhir Perang Dunia II, Mussolini dan keluarganya diburu. Tak pelak, Rachele harus kabur dari Italia. Namun akhirnya ia tertangkap juga. Saat itulah ia berpisah dengan Mussolini.

Berpisah dari Rachele, Mussolini menjalin hubungan asmara dengan sejumlah wanita lain, salah satunya ialah Clara Petacci. Pada1945, Clara Petacci dan Mussolini berusaha kabur ke Swiss, meski akhirnya mereka tertangkap dan dieksekusi.

5. Idi Amin

Diktator Idi Amin (1971-1979) mempunyai lima Ibu Negara saat menjabat sebagai Presiden Uganda. Yang pertama bernama Malyamu. Namun keduanya bercerai. Amin juga menceraikan istri keduanya, Kay Adroa, karena ia ternyata adalah sepupunya.

Istri favorit Idi Amin adalah yang kelima yakni Sarah Kyolaba, yang tetap setia mendampingi Amin hingga kematiannya akibat kanker pada 2015. Amin bertemu dengan Sarah saat dirinya berprofesi sebagai penari go-go berusia 19 tahun.

Fakta bahwa Sarah sudah menjalin hubungan dengan seorang musisi dan sudah hamil saat itu  tak menjadi penghalang bagi Amin untuk menambatkan hati kepada sang penari.

6. Kim Jong-il

Istri pertama Kim adalah Kim Young-sook, anak pejabat militer senior yang dipilih oleh ayahnya untuk menjadi menantu. Namun, Diktator Korea Utara generasi kedua itu tak menambatkan hati pada istrinya seorang.

Selama menikah, Kim juga menjalin hubungan dengan selebriti Korea, Song Hye-rim, yang juga telah menjadi istri orang. Tahun 2002, Song menutup usia di Moscow.

Tak lama berselang, Kim telah kembali menambatkan hati lagi pada wanita bernama Ko Young-hee. Hubungan ini pun tak berjalan lama. Ko wafat akibat kanker. Dari Ko, Kim mendapatkan tiga anak: Kim Sul-song, Kim Jong-chul, dan Kim Jong-un yang kini memimpin Korea Utara. Konon, Kim Jong-il juga dekat dengan pesulap Jepang bernama panggung Putri Tenko.

7. Francisco Franco

Tak seperti kebanyakan diktator, penguasa Spanyol Francisco Franco (1936-1975) menjalani hidup selibat sepanjang hidupnya. Menurut dokter pribadinya, hilangnya testis Franco dalam sebuah pertempuran memengaruhi kehidupannya di ranjang.

Pernikahannya dengan Carmen Polo selama tiga tahun hanya menghasilkan satu anak perempuan. Menurut penulis biografinya, cinta sejati Franco selalu untuk ibunya. Kemiripan dengan sang ibu itulah konon yang membuat Franco mau menikahi Carmen Polo.

8. Joseph Stalin

Pemimpin kedua Uni Soviet ini naik menggantikan Vladimir Lenin pada 1924. Dalam kehidupan pribadinya, Stalin dua kali menikah secara resmi. Kedua pernikahan tersebut tak bertahan lama. Nahas, dua-duanya dipisahkan oleh kematian.

Stalin dipertemukan dengan cinta pertamanya, Ekaterina Svanidze. Kato, panggilan kecil Ekaterina, menikah dengan Stalin pada 1906 di Tbilisi, Georgia. Dari pernikahannya tersebut lahirnya seorang putra bernama Yakov. Setelah menikah, Stalin justru sering meninggalkan keluarga kecilnya. Kato wafat di tahun 1907.

12 tahun kemudian, Stalin kembali menemukan tambatan hati. Ia menikahi Nadezhda Alliluyeva, seorang gadis 16 tahun pada 1919. Dengan Nadya, panggilan istri keduanya itu, Stalin dikarunia dua anak. Namun lagi-lagi, karakter keras Stalin seringkali menimbulkan percekcokan. Tragis, Nadya akhirnya memutuskan b*unuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

9. Nicolae Ceausescu

Elena Ceausescu merupakan cinta pertama dalam kehidupan diktator Rumania Nicolae Ceausescu. Keduanya bertemu pada 1939 dalam sebuah kegiatan politik. Sewaktu Nicolae bebas dari penjara pada 1947, keduanya menikah dan berlangsung lebih dari empat dekade.

Nicolae sangat memanjakan Elena dan menghujaninya dengan barang-barang mewah. Elena juga diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri oleh suaminya. Pada 1989, dua hari setelah ulang tahun pernikahan ke-42 pasangan itu, Nicolae dan Elena diseret ke pengadilan salah satunya dengan tuduhan genosida terhadap 60.000 orang. Nicolae melindungi istrinya sampai akhir hayat di saat keduanya menjalani hukuman eksekusi mati.

10. Adolf Hitler

Kepemimpinan Hitler yang keras menenggelamkan sisi “lembut” dari kehidupan Diktator Jerman ini. Dalam hidup Hitler, sosok wanita bernama Eva Braun merupakan yang terdekat. Hubungannya dengan Hitler berjalan unik: begitu dekat, namun terasa jauh.

Hitler memilih menyembunyikan hubungan romantis ini. Sayangnya, Eva kerap mendapat perlakuan kasar dan tak adil dari Hitler. Namun karena kadung cinta, kesetiaan Braun tak berkurang kendati lelakinya itu kerkarakter keras. Ia memilih untuk tetap setia mendampinginya.

Di sisi lain Hitler juga memiliki afeksi kuat terhadap Braun. Meski tak bisa dibilang romantis, Hitler punya cara sendiri dalam mencintai Braun. Sayangnya, lagi-lagi, cinta dan tragedi kerap berjalan seiring. Pada 30 April 1945, keduanya sepakat minum racun sianida bersama demi menghindar dari kematian memalukan: mati di tangan musuh.