Beberkan Beda Ustadz dan Politisi, Ini Kata Quraish Shihab


    SURATKABAR.ID – Prof M Quraish Shihab yang merupakan Pakar Tafsir Alquran dan pendiri Pusat Studi Alquran (PSQ) membeberkan perbedaan ustadz dan politisi. Ia juga mengungkapkan apa saja syarat menjadi ustadz. Ia mengatakan, selain wajib mempunyai keilmuan agama, seorang ustadz pun harus punya sikap toleran.

    Seperti dikutip dari reportase Republika.co.id, Jumat (10/05/2019), Quraish Shihab harus bisa toleran terhadap perbedaan pandangan. Selain itu, ia melanjutkan, seorang ustadz harus mampu mengemukakan pandangan dan pendapatnya dengan cara yang bijak.

    Quraish Shihab yang berdarah Arab-Indonesia ini pun menambahkan, seorang ustadz haruslah mengawali dengan amal sebelum menyampaikan kepada jamaahnya. Ini berarti, sebelum menyampaikan materi dakwahnya kepada jamaah, ustadz harus terlebih dahulu bertekad untuk mengamalkan.

    Quraish Shihab juga menekankan bahwa materi dakwah yang disampaikan ustadz bisa dibilang sukses jika sudah berdampak pada bertambahnya ilmu jamaah dan menyadarkan mereka.

    Sebaliknya, alih-alih pandai menjadikan orang tertawa dan menangis, sosok ustadz yang sukses ialah mereka yang sudah  berhasil menambah pengetahuan jamaahnya.

    Baca juga: Gempar Surat Pemberhentian untuk Ustadz Abdul Somad, Rektor Suska Beri Penjelasan Mengejutkan

    “Paling tidak menambah kesadaran, jadi bukan ustadz menurut kami yang pandai menjadikan orang tertawa, bukan juga yang pandai menjadikan orang menangis. Suksesnya yaitu bertambah tidaknya pengetahuan,” demikian dituturkan oleh Quraish Shihab sebelum memulai talk show “Shihab and Shihab” di Masjid Cut Meutia, Jakarta pada Kamis (09/05/2019) kemarin.

    Perbedaan Ustadz dan Politisi

    Adapun ketika memasuki sesi talkshow tersebut, Quraish yang lahir pada 16 February 1944 ini menjawab pertanyaan presenter Najwa Shihab tentang perbedaan ustadz dan politisi. Quraish Shihab mengutarakan, yang membedakan ustadz dengan politisi adalah seorang ustadz wajar untuk salah. Meski begitu, ustadz tidak diperbolehkan untuk berbohong.

    “Ustadz setiap saat berpeluang dapat teman, politisi setiap saat berpeluang dapat lawan. Ustadz boleh salah tapi tak boleh bohong, politisi boleh bohong tapi tak boleh salah,” tandasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Quraish Shihab juga mengajak seluruh umat agar memanfaatkan platform Cariustadz.id untuk memperdalam pengetahuan agama mereka.

    Melalui Cariustaz.id, masyarakat dapat dengan mudah belajar agama hingga konsultasi seputar reliji dengan para ustadz yang memiliki keahlian di berbagai bidang keilmuan. Sebut saja, mulai dari tafsir Al Quran hingga menyoal fiqih.

    “Kita ingin ajaran Islam ini tersebar luas di tengah masyarakat yang plural,” ujar Quraish Shihab kemudian.

    Menurut penjelasannya, Cariustadz.id ini dibuat oleh Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) untuk menjawab kebutuhan umat. Para ustadz yang tergabung dalam Cariustadz.id ini sudah terlebih dulu melalui proses seleksi PSQ sesuai kompetensi. Selain itu para ustadz terkait juga harus memiliki pandangan keislaman yang moderat.

    “(Ustadz) punya kompetensi dan bercirikan wasatiyah, sekarang kita perlu ajaran moderasi. Tidak ekstrim ke kanan dan tidak ekstrim ke kiri,” ucapnya.

    Saat ini Cariustadz.id masih berbentuk website. Ke depannya Cariustadz.id juga bisa diakses dalam platform Android. Meski begitu, jumlah ustaz yang telah bergabung telah mencapai 250 ustadz.

    Rencana ke depannya PSQ akan lebih memperbanyak ustadz dari berbagai daerah. Menariknya lagi, dengan Cariustaz.id ini, umat bisa mengetahui profil dan kompetensi para ustadz. Selain itu, terdapat juga akun media sosial para ustadz di Cariustadz.id yang bisa diikuti oleh umat.