Kades Junaidi Bangun Desa Ponggok dari yang Termiskin Jadi Paling Kaya, Pendapatan Capai Rp 12 Milyar!


SURATKABAR.ID – Kinerja seorang kepala desa baru-baru ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, jurus-jurus Junaidi Mulyono dalam menyulap desanya dari yang termiskin menjadi yang paling kaya memang ampuh dan patut diacungi jempol.  Junaidi Mulyono diketahui merupakan Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Atas kinerjanya yang mampu mensejahterakan rakyat desa ini, ia pun lantas mendapat banyak pujian dan kini menjadi viral. Lantas apa rahasianya?

Melansir laporan TribunNews.com, Jumat (10/05/2019), ternyata Junaidi mempunyai strategi tersendiri dalam memajukan desanya yang sempat masuk dalam daftar desa termiskin di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala desa yang sudah menjabat selama 13 tahun ini membeberkan empat jurus andalan dalam upayanya membangun Desa Ponggok, yaitu:

1. Tata ruang perencanaan yang matang,

2. Badan Usaha  Milik Desa (BUMDes),

3. Sumber Daya Manusia (SDM), dan

4. Ilmu teknologi.

Sejak tahun 2006, Junaedi menjabat sebagai Kepala Desa Ponggok. Sebelum ia menjabat, pendapatan Desa Ponggok hanya Rp 80 juta per tahun. Tapi keadaan berubah drastis setelah ia menjabat. Terbukti dengan meningkatnya pendapatan desa dengan pesat menjadi Rp 120 juta per tahun. Selanjutnya pendapatan desa menjadi terus semakin bertambah dari tahun ke tahun.

Baca juga: Penghasilannya Rp1,3 Miliar per Bulan dari Jualan Nasi, Kok Bisa?

Junaidi mendorong warganya untuk mempelajari ilmu teknologi. Hal itu dilakukannya agar produk-produk di sektor pariwisata, perikanan, pertanian bisa dijual secara online dengan bantuan media sosial. Dengan cara ini, percepatan pembangunan di desanya pun bisa terdorong lebih cepat.

Prestasi Kepala Desa Junaidi ini turut diunggah kembali oleh akun media sosial Facebook, Miqdar Habib Ranum, pada 6 Mei 2019.

“Kini pendapatan Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten sudah puluhan milyar (2016= 10M , 2017=12M). Tiap keluarga berani investasikan uangnya 5 juta per KK, PAUD dan tiap RW wajib investasi. Keuntungan yang diperoleh perbulan bisa mencapai 10%,” tulis Miqdar Habib Ranum.

Bahkan ada gebrakan terbaru yang dilakukan Kepdes Junaidi, yakni setiap rumah per Kartu Keluarga (KK) wajib mencetak satu sarjana anak-anaknya dengan bantuan kas desa.

“Desa Ponggok terus bergerak maju, meskipun pimpinan daerah terus kisruh, Junaedi menyantuni semua lansia yang ada di desa. Dan mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dengan  bantuan dari kas desa,” ungkapnya.

Berikut unggahannya:

DESA P O N G G O K : Sang Kepala Desa HEBAT

Desa Ponggok di Klaten jawa tengah, termasuk desa tertinggal. miskin pengangguran menumpuk , rentenir berkeliaran klo di kita biasanya bank keliling.

Tahun 2006 pemilihan kades terpilih Bpk JUNAEDI jadi Kades, dia bersumpah akan totalitas mengabdi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di desa ya.

Kades Juned langsung menyurati LPPM UGM : memohon dikirim mahasiswa KKN tematik. Langsung di jawab UGM dengan 3 gelombang penelitian.

KKN pertama : mendata kemiskinan & pengangguran
KKN ke 2 : mulai mendata potensi desa
KKN ke 3 : dikirim mahasiswa memetakan Pemberdayaan ekonomi

Dengan database yq lengkap pak kades mulai bergerak :
Bumdes ( badan usaha milik desa ) di bentuk potensi pariwisata air benar benar digarap optimal, wisatawan mulai berdatangan
Perikanan & Pertanian dikawal dengan baik.

Hari ini pendapatan Desa Ponggok,  Kecamatan Polanharjo, Klaten sudah puluhan milyar ( 2016= 10M , 2017=12M)
Tiap keluarga berani investasikan uangnya 5 juta perKk, paud & tiap RW wajib investasi. Keuntungan yq di peroleh perbulan bisa mencapai 10%.

Ponggok terus bergerak maju, meskipun pimpinan daerah terus kisruh, Junaedi menyatuni semua lansia yq ada di desa
Dan Mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dgn bantuan dari kas Desa.. Keren ga tuh?

Bu Sri Mulyani pun ikut ikutan Gatel berselfi dgn pak kades yang senyumnya bikin warga jd adem..Yang begini seharusnya di Viralkan….

Kini, puluhan ribu wisatawan datang ke Desa Ponggok setiap bulannya. Soalnya, desa ini menyajikan pemandangan alam dengan atraksi laut yang luar biasa indah. Kawasan wisata Umbul Ponggok ini sangat memanjakan wisatawan lantaran taman bawah air yang indah menjadi andalan dengan berbagai jenis ikan.

Desa Ponggok juga sudah mengelola peternakan seperti ikan nila dan lainnya. Bahkan beras yang mampu menghasilkan lebih dari 8 ton dalam sekali panen juga mampu mengangkat pendapatan daerah Desa Ponggok yang kian melonjak.

Sementara itu, BUMDes berguna untuk mengelola sektor keuangan yang mampu meningkatkan perekonomian warga di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan UKM.  Junaidi mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) di desanya dalam memajukan programnya.

Ia meningkatkan kemajuan SDM warga desanya dengan melakukan banyak-banyak pelatihan, studi banding, ikut seminar, ikut pameran, selain mendorong warganya untuk terus mempelajari ilmu teknologi.